Banda Aceh. RU – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) didesak segera membangun empat jembatan gantung yang rusak akibat banjir bandang November 2025, khususnya di empat wilayah yang saat ini sangat membutuhkan sarana penyeberangan.
Desakan ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, berdasarkan arahan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), kepada Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana BNPB, Prof Muhammad Dirhamsyah, di ruang kerja Sekda Aceh, Selasa (28/07/2026).
“Kami mendesak BNPB agar empat jembatan vital ini segera dibangun kembali. Penanganan ini sangat mendesak karena menyangkut keselamatan anak-anak sekolah dan keberlangsungan roda ekonomi warga,” ujar Sekda Nasir.
Keempat lokasi tersebut meliputi Jembatan Desa Kendawi di Kecamatan Dabun Gelang (Gayo Lues), Jembatan Sikundo di Kecamatan Pante Ceureumen (Aceh Barat), Jembatan Gantung Lhok Kuyun di Kecamatan Sawang (Aceh Utara), serta Jembatan Gantung yang menghubungkan Kecamatan Syamtalira Aron dan Kecamatan Samudera di Kabupaten Aceh Utara.
Dari empat lokasi itu, yang menjadi perhatian khusus yakni di Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues.
Di wilayah tersebut, para siswa terpaksa melintasi sisa-sisa jembatan gantung yang rusak parah untuk menyeberangi sungai.
“Pemerintah Aceh berharap pemerintah pusat melalui BNPB dapat memberikan perhatian khusus dan mempercepat alokasi anggaran penanganan pascabencana, guna memastikan proses belajar-mengajar serta mobilitas warga kembali normal,” ujar M Nasir.
Menanggapi usulan tersebut, Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana BNPB, Muhammad Dirhamsyah, menyatakan komitmennya untuk mengawal langsung percepatan pembangunan empat jembatan tersebut di tingkat pusat.
“Kami telah mencatat seluruh usulan prioritas ini dan siap menyampaikannya secara langsung kepada Kepala BNPB pusat,”kata Dirhamsyah.(TH05)













