Kualasimpang. RU – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momen penuh haru bagi Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir, saat mengunjungi SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang, Kamis (23/07/2026).
Kehadiran perempuan yang akrab disapa Kak Na itu disambut puluhan siswa yang berbaris rapi di halaman sekolah.
Ia menyapa dan menyalami satu per satu anak-anak berkebutuhan khusus tersebut, sembari menanyakan kabar serta aktivitas belajar mereka.
Di hadapan guru dan orang tua siswa, Kak Na berbagi pengalaman dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus.
Ia mengaku memiliki pengalaman serupa dalam merawat anak yang disebutnya sebagai titipan istimewa dari Allah.
“Sama seperti ibu-ibu semua, Allah juga menitipkan seorang anak surga pada saya, tapi sudah Almarhum di usianya yang ke-23. Jadi, saya sangat memahami kondisi ibu-ibu semua karena saya juga guru bagi anak saya di rumah,” ucap Kak Na.
Ia mengapresiasi semangat para siswa yang tampil dalam berbagai pertunjukan seni serta peran besar para guru dalam membimbing mereka.
“Sangat bahagia bisa merayakan Peringatan Hari Anak Nasional di SLB Negeri Pembina. Bisa menyaksikan kreativitas dan pentas seni yang ditampilkan para siswa, luar biasa. Dibalik kebolehan dan kepercayaan diri ananda kita tadi, tentu ada keuletan dan kesabaran para guru yang membimbing. Apresiasi kami untuk para guru semua,” kata Kak Na.
Dalam kunjungan tersebut, Kak Na juga menyerahkan seragam sekolah kepada para siswa dan menyaksikan penampilan fashion show yang diperagakan anak-anak dengan down syndrome.
Suasana semakin meriah ketika Sayed Rahmad Tuikram, siswa disabilitas netra, membawakan lagu “You Are The Reason” yang dipopulerkan Calum Scott.
Penampilan tersebut berhasil memukau para tamu undangan melalui suara merdu serta kemampuan bahasa Inggris yang baik.
Sayed diketahui merupakan Juara 1 kategori vokal solo pria pada ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Aceh tahun 2026.
Selain berbakat dalam bernyanyi, ia juga mampu melantunkan ayat suci Al-Qur’an.
Sebelumnya, Kak Na turut menyaksikan pertunjukan tari yang dibawakan siswa disabilitas rungu dan wicara.
Meski memiliki keterbatasan dalam mendengar dan berbicara, para siswa mampu menampilkan gerakan yang selaras mengikuti irama musik.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Aceh terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, sekaligus penghargaan bagi para guru dan keluarga yang terus mendampingi mereka mengembangkan potensi.(R10)













