Sabang. RU – Dugaan hilangnya sejumlah barang inventaris di rumah dinas Wakil Wali Kota Sabang menjadi sorotan publik.
Informasi yang diterima rahasiaumum.com, Rabu (22/07/2026) dari sumber yang enggan Namanya disebut, sejumlah aset yang tidak lagi berada di lokasi, di antaranya lemari, kursi, pendingin ruangan (AC), serta dua unit sepeda motor merek Kirana dan Karisma.
Ia menjelaskan bahwa rumah dinas tersebut telah lama tidak ditempati dan kondisinya tidak terurus, meski anggaran pemeliharaan tetap dialokasikan setiap tahun.
“Rumah Dinas Wakil Walikota ini memang sudah lama tidak ditempati dan sama sekali tidak terurus padahal anggarannya setiap tahun selalu dialokasikan lebih kurang 557.686.000 dengan segala pecahannya termasuk biaya perawatan dan kebersihan di dalamnya. Tahun-tahun sebelumnya biaya kebersihan dan perawatan setiap dua bulan sekali selalu dialokasikan kepada petugas yang menjaga di sana untuk melakukan clearing area,” sebutnya.
Pemerintah Kota Sabang melalui Bagian Umum diminta segera melakukan inventarisasi ulang, pemeriksaan fisik, serta mencocokkan kondisi di lapangan dengan daftar inventaris resmi guna memastikan keberadaan seluruh aset.
Ia juga berharap Inspektorat Kota Sabang untuk segera melakukan audit internal.
Apabila ditemukan pengelolaan barang yang tidak sesuai prosedur atau terjadi kelalaian, pejabat yang bertanggung jawab diharapkan dikenai sanksi sesuai ketentuan, termasuk pencopotan dari jabatannya.
Selain itu, aparat penegak hukum diminta menyelidiki kasus tersebut apabila ditemukan indikasi tindak pidana agar penyebab hilangnya aset dapat diungkap dan pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku.
Menurutnya pengelolaan aset daerah yang tertib merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel. Karena itu, hasil pemeriksaan diharapkan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat guna menghindari munculnya spekulasi.
Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Kota Sabang belum memberikan keterangan resmi mengenai kebenaran informasi tersebut maupun jumlah pasti aset yang diduga hilang.
Kepala Bagian Umum Pemkot Sabang, Mawardi, yang dihubungi melalui pesan singkat juga enggan memberikan tanggapan.(I06)













