Redelong. RU – Pemandangan berbeda terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Senin (20/07/2026) siang.
Jika biasanya dipadati antrean kendaraan, kali ini sejumlah SPBU justru tampak lengang akibat terbatasnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.
Direktur SPBU Nomor 14.245.105 Mude Benara, Mirza Guntara, mengatakan distribusi BBM ke Bener Meriah sebenarnya tidak mengalami hambatan.
Namun, pasokan berkurang karena truk tangki tidak beroperasi setiap hari Minggu.

“Tidak ada bermasalah pendistribusian BBM, hanya saja kendalanya setiap hari Minggu mobil tangki off atau libur. Jadi yang dijual hanya minyak sisa yang masuk pada hari Sabtu,” ujar Mirza kepada rahasiaumum.com.
Menurut dia, keterbatasan stok Pertalite juga dipengaruhi kondisi infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya normal sehingga membatasi kapasitas angkut truk tangki.
“Kendala di infrastruktur jalan, truk tanki tidak bisa melintas apabila kapasitas minyak di angka 24 ton. Untuk minyak Pertalite didistribusikan 16 ton, sedangkan Pertamax tidak ada batasan,” katanya.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Nomor 14.245.428 Gegerung dan SPBU Nomor 13.245.409 Panteraya, Kecamatan Wih Pesam.
Kedua SPBU tersebut tampak sepi karena stok Pertalite telah habis.
Pengawas SPBU Nomor 14.245.428, Mirza, menjelaskan bahwa tidak adanya distribusi pada hari Minggu menyebabkan persediaan yang dijual pada Senin hanya mengandalkan sisa stok dari pengiriman Sabtu.
“Hari Minggu truk tanki tidak mendistribusikan BBM karena libur. Ini sekarang sepi antrean kendaraan karena stok Pertalite kosong. Kalau pun ada minyak di SPBU hari Senin ini, itu stok minyak yang masuk di hari Sabtu sisa penjualan,” katanya.
Pihak SPBU berharap distribusi BBM dapat kembali berjalan optimal agar pelayanan pengisian bahan bakar kepada masyarakat berlangsung lancar.
Sementara itu, pemerintah bersama Pertamina terus mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying) guna menjaga stabilitas pasokan di lapangan.(BI09)













