Forikan Abdya Tinjau Kolaam Bioflok Lele Geulumpang Payong

Ketua Forikan Abdya, Ny Ratna Sari Dewi Safaruddin, meninjau lokasi budidaya ikan lele milik Pemerintah Gampong Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie. Jumat 17 Juli 2026 [Dok. rahasiaumum.com/T08]

Blangpidie. RU – Budidaya ikan lele berbasis sistem bioflok di Gampong Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya), terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan tingkat desa.

Upaya tersebut mendapat perhatian dari Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Abdya melalui kegiatan pembinaan dan pendampingan, Jumat (17/07/2026).

Ketua Forikan Abdya Ny Ratna Sari Dewi Safaruddin meninjau langsung kolam bioflok milik Pemerintah Gampong Geulumpang Payong.

Dalam kunjungan itu, ia didampingi Sekretaris Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKP) Abdya Irma Eka Susanti serta diterima Keuchik Gampong Geulumpang Payong Khairuddin.

Selain melihat perkembangan budidaya lele, Ratna juga memberikan arahan terkait pengelolaan kolam bioflok agar produksi dapat semakin optimal, mulai dari perawatan hingga pengembangan pemasaran hasil panen.

Ratna mengatakan, budidaya lele di Gampong Geulumpang Payong menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi produksi maupun pemasaran.

“Kami hadir ke Gampong Geulumpang Payong dalam rangka pembinaan untuk desa ketahanan pangan. Di gampong ini sudah ada budidaya ikan lele yang berkembang dengan sangat baik,” kata Ratna.

Berdasarkan informasi dari keuchik setempat, Ratna menyebut jumlah kolam bioflok yang sebelumnya hanya tiga unit kini bertambah menjadi enam unit.

Menurut dia, peningkatan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah gampong dalam menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu pendukung ketahanan pangan masyarakat.

Ia menambahkan, hasil budidaya lele tersebut juga telah mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, produk ikan lele lokal mulai dipasarkan melalui sejumlah swalayan dan pasar di wilayah Abdya.

“Alhamdulillah, hari ini saya sangat puas dan senang melihat hasil budidaya ikan lele di sini yang sangat maksimal. Masyarakat juga antusias membeli hasil panennya, bahkan sudah di pasarkan di sejumlah pusat perbelanjaan (market) di Abdya,” ujarnya.

Ratna menilai pengembangan budidaya lele masih memiliki peluang ekonomi yang besar, terutama melalui inovasi produk olahan.

Salah satunya dengan mengolah ikan lele menjadi nugget lele sehingga dapat meningkatkan nilai tambah serta pendapatan masyarakat.

Pemerintah daerah berharap pengembangan budidaya perikanan berbasis gampong tersebut dapat menjadi contoh dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat Abdya.(T08)

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...