Lhoksukon. RU – Sejumlah sekolah di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, hingga saat ini masih melaksanakan akrivitas belajar-mengajar di tend, akibat belum memiliki gedung baru pascabanjir yang terjadi delapan bulan lalu.
Seperti di SDN 11 Langkahan, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) terpaksa dilakukan di tenda darurat, karena sejumlah ruang kelas sedang direhabilitasi.
“Kami terpaksa menerapkan sistem shif, lantaran keterbatasan ruang belajar. Murid kelas 1, 2, dan 3 belajar pada pagi hari, sedangkan kelas 4, 5, dan 6 mengikuti PBM pada sore hari,” ujar seorang pengajar di SD tersebut, Kamis (16/07/2026).
Ia menyebutkan, SD Negeri 11 Langkahan saat ini memiliki 147 siswa dan 9 orang guru. Saat ini, kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.(TH05)













