Washington DC. RU – Markas Kementerian Perang AS alias Pentagon pada Jumat, 10 Juli 2026 kembali merilis gelombang terbaru dokumen terkait UFO atau fenomena anomali tak dikenal (unidentified anomalous phenomena/UAP), yang sebelumnya di rahasiakan pemerintah AS.
Data terkini dari file yang dibuka ke publik itu menunjukkan sejumlah penampakan UFO paling jelas yang terkonfirmasi bukan hoaks.
Salah satu laporan berasal dari seorang penerbang militer yang menyatakan telah melihat objek misterius yang “tidak seperti apa pun yang pernah saya lihat” selama 28 tahun bertugas.
Merujuk laman resmi Kementerian Perang AS, paket dokumen yang dirilis kali ini mencakup 40 berkas, terdiri atas 14 dokumen, 19 video, empat rekaman audio, dan tiga gambar.
Berkas-berkas tersebut berasal dari berbagai lembaga, yakni Pentagon, NASA, CIA, FBI, dan Departemen Energi Amerika Serikat.
Pentagon mengunggah dokumen tersebut ke situs resminya yang memuat arsip UFO/UAP. Seluruh materi itu dipublikasikan berdasarkan perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada awal tahun ini.
Seperti pengungkapan sebelumnya, dokumen yang dirilis merupakan gabungan arsip sejarah yang sebagian besar tidak disensor serta laporan dan rekaman mengenai insiden yang lebih baru.
Salah satu dokumen penting berasal dari Departemen Energi yang mengungkap adanya penyusupan objek tak dikenal ke wilayah udara fasilitas senjata nuklir Pantex, dekat Amarillo, Texas, pada September 2015.
Dokumen itu memuat kesaksian dua petugas yang mengejar objek tersebut ketika fasilitas nuklir itu diberlakukan penguncian (lockdown).
“Lantaran tidak mampu menyusul objek tersebut, mereka menghentikan kendaraan dan turun. Saat berada di luar, mereka menyadari objek itu tidak mengeluarkan suara. Selain itu, para petugas juga tidak dapat mengidentifikasi sistem pendorong apa pun pada objek tersebut meski telah mengamatinya menggunakan teropong,” demikian isi laporan itu.
Setelah diamati selama satu hingga dua menit, objek itu kemudian melanjutkan perjalanannya ke arah utara dan meninggalkan area tersebut.
Sekitar separuh dokumen bertanggal 2010 atau lebih baru. Video-video yang disertakan menampilkan rekaman inframerah dari kamera militer. Meski kualitas gambarnya buram, rekaman tersebut memperlihatkan objek dan perjumpaan yang belum dapat dijelaskan di berbagai kawasan dunia, termasuk Samudra Pasifik bagian barat, Samudra Atlantik, dan Timur Tengah.
Salah satu insiden terjadi di atas Samudra Atlantik pada 2020. Berkas yang dirilis memuat rekaman objek yang, menurut laporan seorang awak Angkatan Laut AS—yang sebagian besar masih disensor—berwarna merah marun gelap dengan tinggi sekitar 3,6 hingga 4,5 meter.
“Secara bentuk menyerupai balon berukuran besar yang agak tidak beraturan, tetapi kami tidak dapat memastikannya saat pesawat melintas,” tulis petugas sistem persenjataan tersebut. “Kami kemudian kembali ke kapal dan mendarat tanpa insiden.”
Laporan itu dikenal sebagai range fouler debrief, yakni formulir standar Angkatan Laut AS untuk mendokumentasikan penyusupan tanpa izin ke wilayah udara yang dikendalikan saat operasi atau latihan militer berlangsung.
Laporan lain mendokumentasikan penampakan objek yang disaksikan seorang penerbang bersama empat personel lainnya di wilayah timur Amerika Serikat pada 2019.
“Saya melihat sebuah objek dengan karakteristik penerbangan yang tidak menyerupai apa pun yang pernah saya temui selama 28 tahun bertugas di Angkatan Udara dan Angkatan Laut,” tulis penerbang tersebut.
“Sebuah objek kecil berada di bawah kami dan tampak melaju lurus berlawanan arah dengan kecepatan tinggi. Saya mengamatinya sekitar 10–15 detik sebelum kami mengaktifkan perekam untuk mengambil video. Ketika saya memperbesar gambar agar lebih jelas, objek itu bergerak keluar dari bidang pandang dan tidak dapat saya temukan lagi, bahkan setelah memperkecil pembesaran. Setelah dianalisis seusai penerbangan, objek tersebut tampak berbentuk persegi panjang. Rekan-rekan lain yang memiliki pengalaman setara atau lebih lama juga tidak dapat memastikan apa sebenarnya objek itu,” ungkapnya.
Video dari insiden tersebut memperlihatkan sebuah objek yang tampak melaju dengan kecepatan tinggi.
Insiden paling baru dalam gelombang keempat dokumen ini terjadi pada 2025 di kawasan dekat China, dalam wilayah tanggung jawab Komando Indo-Pasifik militer AS. Salah satu video memperlihatkan sensor militer melacak “area kontras yang menyerupai bintang bersudut enam” di atas Laut Kuning.
Video lain menunjukkan pelacakan sebuah objek di atas Laut China Timur selama beberapa menit.
Selain insiden terkini, dokumen sejarah yang dirilis juga mencakup transkrip konferensi tahun 1949 di Los Alamos, New Mexico, yang dihadiri sejumlah fisikawan dan ilmuwan terkemuka, termasuk para peneliti Proyek Manhattan.
Dalam pertemuan itu, mereka berupaya menjelaskan fenomena “bola api hijau” yang terlihat di atas laboratorium nuklir, namun gagal mencapai kesimpulan.
Salah satu teori menyebut fenomena tersebut merupakan meteor yang memasuki atmosfer. Namun, seorang astronom terkemuka menegaskan bahwa “fenomena seperti ini belum pernah diamati dalam kasus jatuhnya meteorit.”
Pentagon menegaskan bahwa pengungkapan dokumen pada Jumat tersebut bukan yang terakhir berdasarkan perintah eksekutif Presiden Trump.
“Departemen Perang bersama lembaga mitra kami sedang aktif menyiapkan gelombang berikutnya dari dokumen UAP untuk dipublikasikan,” kata juru bicara Pentagon, Sean Parnell, dalam sebuah pernyataan.(TH05/Republika)













