Banda Aceh. RU – Juru Bicara Aksi Mahasiswa Aceh, Khalilullah, memaksa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia yang berkunjung ke Aceh dalam rangka agenda politik, menjelaskan polemik izin usaha pertambangan (IUP) di Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya.
“Kami minta Menteri ESDM membuka audiensi resmi dengan mahasiswa dan masyarakat sipil Aceh untuk membahas persoalan tambang di Nagan Raya. Jangan sampai kunjungan ini hanya menjadi agenda politik,” kata Khalilullah Sabtu (11/07/2026).
Desakan tersebut disampaikan menyusul kunjungan Ketua Umum Partai Golkar itu ke Banda Aceh dalam rangka menghadiri rangkaian pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Aceh pada 10–12 Juli 2026.
Menurut Khalilullah, sebagai Menteri ESDM, Bahlil memiliki tanggung jawab sebagai untuk memberikan penjelasan langsung kepada publik mengenai berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat Aceh, terutama polemik IUP di Beutong Ateuh Banggalang yang hingga kini masih menuai penolakan warga.
Ia menilai kegelisahan masyarakat terkait tumpang tindih izin pertambangan di kawasan Beutong Ateuh belum mendapat respons yang memadai dari pemerintah. Padahal, kawasan tersebut selama ini dijaga oleh masyarakat adat dan dinilai memiliki nilai ekologis yang penting.
Khalilullah menegaskan pihaknya tidak mempersoalkan kedatangan Bahlil ke Aceh. Namun, sebagai Menteri ESDM, Bahlil dinilai memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan berbagai kebijakan di sektor energi dan pertambangan yang berdampak langsung terhadap masyarakat Aceh.
Mahasiswa bersama masyarakat Beutong akan terus mengawal persoalan izin tambang ini, hingga ada penjelasan resmi dari Kementerian ESDM,”ujarnya.(TH05)













