Warga Samatiga Temukan Pria Meninggal di Tepi Jalan Pinem–Kuala Bubon

Warga dan apparat menyaksikan jenazah seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam selokan di Jalan Pinem–Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat. Kamis 2 Juli 2026 [Dok. Polres Aceh Barat/rahasiaumum.com]

Aceh Barat. RU – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam selokan di Jalan Pinem–Kuala Bubon, Gampong Teungoh, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (02/07/2026).

Korban diketahui bernama Rahmat Jumadil (38), seorang nelayan asal Gampong Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga.

Kasat Reskrim AKP Deno Wahyudi mengatakan, laporan penemuan jenazah diterima melalui layanan Call Center Polri 110.

Personel Polres Aceh Barat bersama Polsek Samatiga kemudian menuju lokasi dan tiba dalam waktu kurang dari delapan menit.

“Respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat merupakan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang profesional. Begitu laporan diterima melalui layanan 110, personel langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan awal, mengamankan TKP, serta melakukan penyelidikan sesuai prosedur,” ujar AKP Deno.

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang pedagang yang hendak membeli kantong plastik setelah membuka lapak di pasar mingguan Gampong Teungoh.

Saksi melihat korban dalam posisi telungkup di dalam selokan, lalu memberitahukan temuannya kepada warga lain sebelum peristiwa itu dilaporkan kepada polisi.

Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan keluarga korban.

Berdasarkan informasi keluarga, Rahmat keluar dari rumah pada Rabu, 1 Juli 2026 sekitar pukul 23.00 WIB tanpa memberi tahu tujuan kepergiannya.

Atas permintaan keluarga, jenazah dievakuasi ke rumah duka tanpa dilakukan autopsi.

Keluarga membuat surat pernyataan penolakan karena meyakini korban terjatuh sendiri. Menurut mereka, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi dan gangguan lambung.

AKP Deno menjelaskan, hasil pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda yang mengarah pada dugaan tindak pidana.

Meski demikian, kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang segera melaporkan setiap kejadian melalui layanan Call Center Polri 110. Laporan yang cepat memungkinkan petugas segera hadir di lokasi sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan profesional,” tutupnya.(*)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...