Kasus PUPR Aceh Tenggara Berlanjut, AR dan AW Jadi Tersangka Baru

Tampak petugas Kejari mengawal dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Silayar–Ngkeran tahun anggaran 2022 pada Dinas PUPR Aceh Tenggara. Selasa 23 Juni 2026 [Dok. Kejari Aceh Tenggara/rahasiaumum.com]

Kutacane. RU – Penyidikan perkara dugaan korupsi pembangunan Jembatan Silayar–Ngkeran tahun anggaran 2022 pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tenggara kembali berkembang.

Kejaksaan Negeri setempat menetapkan dua tersangka baru, yakni AR dan AW, Selasa, 23 Juni 2026 malam.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, Mohammad Purnomo Satriadi, mengatakan penetapan dilakukan setelah pemeriksaan sekitar tujuh jam serta terpenuhinya dua alat bukti.

“Setelah memenuhi dua alat bukti, penyidik tetapkan AW dan AR sebagai tersangka,” kata Purnomo, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Rabu (24/06/2026).

AR diketahui berperan sebagai peminjam perusahaan sekaligus pengelola keuangan kegiatan, sedangkan AW bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Dalam pengembangan perkara, hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh menemukan kerugian negara mencapai Rp2,6 miliar.

Namun, dalam persidangan sebelumnya masih terdapat selisih kerugian sebesar Rp400 juta yang dibebankan kepada tersangka baru.

Kejari Aceh Tenggara juga melakukan penahanan terhadap AR dan AW selama 20 hari di Lapas Kelas IIB Kutacane untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Kasus ini merupakan lanjutan dari perkara yang sebelumnya telah disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, dengan terdakwa MY selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Aceh Tenggara dan AB dari pihak penyedia CV Raja Lambing.(AFW016)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...