Redelong. RU – Keindahan bonsai hasil karya komunitas pecinta tanaman di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menjadi salah satu daya tarik dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Puluhan hingga ratusan bonsai terbaik dari Merapi Bonsai Community (Merboc) Bener Meriah dipamerkan pada 16ā17 Agustus 2026 di Lapangan Peta, Kampung Lampahan, Kecamatan Timang Gajah.
Pameran yang digelar di lokasi pengibaran bendera Merah Putih itu menarik perhatian masyarakat dari dalam maupun luar daerah.
Kegiatan tersebut diprakarsai Merboc Bener Meriah dan menjadi ruang bagi para penggemar bonsai untuk memperkenalkan berbagai bentuk serta karakter tanaman.
Sejumlah bonsai bahkan berasal dari luar daerah.
Ketua Merboc, Wandi, mengatakan komunitasnya ikut ambil bagian dalam perayaan HUT ke-81 RI dengan mendirikan stan pameran di lokasi kegiatan.
“Secara garis besarnya, mereka memiliki komunitas. Dari seluruh anggota komunitas mereka turut andil mendirikan stand pameran pohon bonsai di acara hari ulang kemerdekaan Republik Indonesia ke 81,” kata Wandi saat diwawancarai rahasiaumum.com, Selasa (18/08/2026).
Menurut Wandi, bonsai yang ditampilkan mayoritas menggunakan tanaman asli atau endemik daerah. Jenis yang dipamerkan antara lain sisir, pungke (umus), rambung, kimeng, parbados, dan sancang.
“Terhitung ada delapan pohon bonsai dari luar daerah yang kami pajang di sini,” tutur Wandi.
Satukan Penggemar Bonsai
Wandi mengatakan, komunitas pecinta bonsai tersebut telah berjalan sekitar dua tahun.
Meski demikian, para anggotanya sudah lama menekuni seni membentuk dan merawat tanaman bonsai.
“Cerita sana sini, kita bentuk komunitas pecinta bonsai. Ini kita bentuk untuk menyatukan para penggemar pohon bonsai,” kata Wandi.
Antusiasme masyarakat terlihat saat mengunjungi stan pameran.
Pengunjung tidak sekadar melihat, tetapi turut mengamati bentuk, karakter, serta hasil pembentukan bonsai yang dikerjakan para pengrajin.
Sejumlah tanaman yang dipamerkan juga memiliki nilai jual cukup tinggi.
Para pengunjung dan kolektor dapat melakukan tawar-menawar apabila tertarik dengan jenis maupun bentuk bonsai yang tersedia.
Salah seorang pengunjung, Dedek, mengaku terkesan dengan tanaman yang dipamerkan.
“Kami sangat senang menyaksikannya, apalagi cocok untuk berswafoto,” katanya.
Ia berharap Merboc dapat terus memamerkan hasil karya mereka dalam berbagai kegiatan besar, termasuk perayaan hari kemerdekaan.
Selain menjadi sarana memperkenalkan seni bonsai kepada masyarakat, pameran tersebut juga membuka peluang transaksi bagi pengunjung yang berminat.
Harga tanaman dapat disepakati melalui proses tawar-menawar antara pemilik dan calon pembeli.
Merboc berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kreativitas dan kerajinan para penggemar bonsai sehingga karya mereka semakin dikenal masyarakat luas, termasuk hingga mancanegara.(BI09)













