Imigrasi Ungkap Masih Ada 340 Etnis Rohingya di Aceh

rohingya di Pidie
Pengungsi Rohingya di tempat penampungan di Padang Tiji, Kabupaten Pidie. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Banda Aceh. RU – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh mengungkapkan bahwa sebanyak 340 imigran etnis Rohingya yang terdampar di Aceh sepanjang 2023-2025, saat ini masih ditampung di tiga lokasi pengungsian.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh Tato Juliadin Hidayawan mengatakan, ada tiga lokasi pengungsian imigran etnis Rohingya tersebut, yakni di Mina Raya, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie sebanyak 82 orang, kemudian di Kabupaten Aceh Utara 73 orang, dan di Seuneubok Rawang, Kabupaten Aceh Timur 185.

“Mereka tidak mungkin dikembalikan ke negara asal karena tidak diakui sebagai warga negara oleh Pemerintah Myanmar. Dan dimungkinkan difasilitasi UNHCR untuk ditempatkan ke negara ketiga yang bersedia menerima mereka,” kata Tato Juliadin Hidayawan dikutip Selasa (23/06/2026).

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh itu mengatakan, untuk kebutuhan logistik mereka, dibantu pemerintah pusat melalui pemerintah daerah dan organisasi internasional dalam hal ini UNHCR dan IOM.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...