Cekcok Soal Parkir Berujung Pembacokan di CFD Banda Aceh

Ilustrasi. Senin 8 Juni 2026 [Dok. Desain AI/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Perselisihan lahan parkir di kawasan Car Free Day (CFD) Simpang Lima, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, berujung pembacokan.

Seorang tukang parkir mengalami luka di lengan kanan setelah diserang menggunakan parang oleh sesama juru parkir, Minggu, 7 Juni 2026.

Korban, Popo Martopo (44), diserang saat menjaga area parkir di depan kawasan Funland Simpang Lima sekitar pukul 08.30 WIB.

Sebelum kejadian, korban terlibat cekcok dengan pelaku, Muhammad Afrizal (50), yang diduga mempersoalkan area parkir yang dianggap sebagai wilayahnya.

Sekitar 15 menit setelah adu mulut, pelaku kembali ke lokasi dengan membawa sebilah parang.

Pelaku kemudian menebaskan senjata tajam tersebut sebanyak tiga kali ke arah korban.

Korban berhasil menghindari sebagian serangan, namun satu sabetan mengenai lengan kanannya hingga mengalami luka sobek.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh untuk mendapatkan perawatan medis.

Menerima laporan warga sekitar pukul 10.15 WIB, personel Satreskrim Polresta Banda Aceh langsung mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku.

Polisi juga menyita barang bukti berupa sebilah parang bersarung kayu dan satu unit sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BL 3684 AAI yang diduga digunakan pelaku saat kejadian.

Kapolresta Banda Aceh melalui Kasat Reskrim menyatakan pihaknya masih mendalami motif dan kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan awal, konflik antara korban dan pelaku diduga telah berlangsung sekitar satu bulan akibat sengketa lahan parkir.

“Perselisihan antara pelaku dan korban diduga telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir akibat konflik perebutan lahan parkir,” demikian keterangan polisi, yang diterima rahasiaumum.com, Senin (08/06/2026).

Polresta Banda Aceh menegaskan akan menindak tegas setiap bentuk tindak kekerasan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.(R015)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...