Singkil. RU – Warga Warga Singkil Minta Kejelasan Penyaluran Bantuan BencanaKemukiman Pemuka di Kabupaten Aceh Singkil meminta kejelasan proses pendataan serta penyaluran bantuan bagi para korban bencana oleh pemerintah yang memicu ketidakadilan baru di wilayah itu.
Warga yang merasa dirugikan dengan sikap pemerintah kini terpaksa turun ke jalan melakukan unjuk rasa sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Singkil pada November 2025.
Warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Kemukiman Pemuka (GEMUKA) Kabupaten Aceh Singkil telah menyampaikan pemberitahuan resmi rencana pelaksanaan aksi unjuk rasa pada Senin besok, 8 Juni 2026, di Kantor Bupati Aceh Singkil.
Koordinator Aksi, Buyung Sanang, mengatakan masyarakat membutuhkan penjelasan yang terbuka terkait data penerima berbagai bantuan yang telah disalurkan pemerintah.
“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil membuka secara transparan data penerima bantuan, baik bantuan hidup (jadup), bantuan kerusakan elektronik, maupun bantuan stimulus ekonomi. Masyarakat berhak mengetahui dasar penetapan penerima bantuan agar tidak menimbulkan dugaan ketidakadilan di tengah masyarakat,” ujar Buyung Minggu (07/06/2026).
Aksi ini akan diikuti 2.500 peserta dengan membawa sejumlah tuntutan; meminta pemerintah menjelaskan data penerima bantuan stimulus Tahap II pascabencana, membuka data penerima bantuan kepada publik, memastikan bantuan disalurkan tepat sasaran tanpa tebang pilih, serta mempertanggungjawabkan ketidakakuratan data yang menyebabkan sebagian warga terdampak belum memperoleh haknya.
“Kami mengajak seluruh peserta aksi menyampaikan aspirasinya secara tertib, tidak terprovokasi, dan tetap mengedepankan etika dalam menyampaikan aspirasi. Tujuan aksi ini adalah memperjuangkan hak masyarakat terdampak bencana agar memperoleh keadilan dan kepastian,” tegasnya.
Melalui aksi tersebut, GEMUKA berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dapat segera memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat serta menyelesaikan berbagai persoalan terkait pendataan dan penyaluran bantuan pascabencana yang hingga kini masih menjadi keluhan warga.(TH05)













