Korban Banjir di Ketambe Blokade Jalan, Tuntut Kepastian Bantuan Hunian

Warga desa Ketambe memblokir jalan. Jalan yang diblokir adalah salah satu kawasan pemungkiman warga yang rata akibat banjir tempo lalu. Sabtu 6 Juni 2026 [Dok. rahasiaumum.com/AFW016]

Kutacane. RU – Warga Desa Ketambe, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, memblokade jalan pada Sabtu (06/06/2026) sebagai bentuk protes atas belum adanya kepastian realisasi bantuan bagi korban banjir yang terjadi pada Desember 2025.

Aksi itu dilakukan setelah masyarakat menilai proses penanganan pascabencana berjalan lambat, terutama terkait bantuan dana hunian sementara (huntara) dan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang kehilangan rumah.

Sejumlah warga yang terdampak banjir mengaku hingga kini masih tinggal secara sementara dan belum memperoleh kejelasan mengenai bantuan yang sebelumnya disampaikan pemerintah.

Salah seorang korban banjir, Pasarudin, mengatakan rumah miliknya hanyut saat banjir besar melanda Ketambe akhir tahun lalu.

Setelah kejadian, warga disebut diminta mencari tempat tinggal sementara terlebih dahulu sambil menunggu bantuan pemerintah.

Menurut dia, saat itu masyarakat mendapat informasi bahwa biaya sewa rumah akan diganti melalui bantuan sebesar Rp 1,8 juta.

“Kami diminta mencari rumah sewa dulu dan disampaikan nanti ada bantuan untuk biaya tempat tinggal sementara. Sampai sekarang belum ada kejelasan mengenai bantuan itu,” kata Pasarudin.

Ia mengatakan masyarakat memahami bahwa penyaluran bantuan membutuhkan proses.

Namun, hingga lebih dari enam bulan berlalu, warga belum memperoleh kepastian kapan bantuan tersebut akan direalisasikan.

Selain dana hunian sementara, warga juga mempertanyakan kelanjutan pembangunan hunian tetap bagi korban yang rumahnya rusak atau hilang akibat banjir.

Kepala Desa Ketambe, Lahat, mengatakan dirinya selama ini menerima banyak pertanyaan dari masyarakat terkait perkembangan bantuan.

Namun, pemerintah desa juga belum memperoleh informasi yang dapat disampaikan secara pasti kepada warga.

“Warga terus bertanya soal bantuan hunian sementara dan hunian tetap. Kami berharap ada kejelasan agar masyarakat mengetahui langkah yang harus dilakukan ke depan,” ujar Lahat.

Menurut dia, warga tidak menuntut di luar kemampuan pemerintah, tetapi berharap ada kepastian terhadap rencana bantuan yang pernah disampaikan kepada korban banjir.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Asbi, mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait bantuan hunian sementara.

Menurut Asbi, proses penyaluran masih berjalan karena harus melalui tahapan administrasi dan verifikasi data penerima.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BNPB. Insya Allah dalam waktu dekat dana hunian sementara akan segera direalisasikan,” kata Asbi saat dikonfirmasi rahasiaumum.com.

Sementara itu, terkait pembangunan hunian tetap, pemerintah daerah masih menunggu proses koordinasi lanjutan dengan instansi terkait.

Bagi warga Ketambe, kepastian realisasi bantuan menjadi harapan utama setelah berbulan-bulan menjalani kehidupan pascabencana tanpa tempat tinggal tetap.(AFW016)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...