Lhoksukon. RU – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) memperbarui data jumlah hunian sementara (huntara) yang rusak akibat diterjang angin kencang di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, dari sebelumnya dilaporkan 35 unit, kini bertambah menjadi 58 unit.
Huntara tersebut rusak akibat angin kencang menerjang Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, pada Selasa sore, 2 Mei 2026 sekitar pukul 17.10 WIB.
Fenomena cuaca ekstrem ini mengakibatkan 58 unit hunian sementara (huntara) dan satu tempat ibadah mengalami kerusakan.
Staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Haslinda Juwita, menyebutkan bahwa kerusakan tersebut tersebar di empat gampong (desa), yakni Gampong Rumoh Rayeuk, Buket Linteung, Geudumbak, dan Langkahan.
“Berdasarkan data sementara yang kami himpun, total ada 58 unit huntara yang terdampak. Gampong Rumoh Rayeuk menjadi wilayah dengan dampak paling parah, di mana 36 unit huntara mengalami kerusakan, dengan rincian 11 unit rusak berat, 20 rusak sedang, dan 5 rusak ringan,” kata Haslinda Juwita, dikutip Kamis (04/06/2026).
Dampak kerusakan juga meluas ke tiga gampong lainnya, seperti di Gampong Buket Linteung, tercatat 7 unit huntara rusak berat dan satu tempat ibadah mengalami kerusakan.
Selanjutnya, di Gampong Geudumbak terdapat 10 unit huntara terdampak (4 rusak berat, 4 rusak sedang, 2 rusak ringan), serta di Gampong Langkahan 5 unit huntara mengalami rusak ringan.
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara telah mengerahkan tim reaksi cepat ke lokasi kejadian.
Petugas gabungan berfokus pada pendataan lanjutan, pembersihan material bangunan yang berserakan, serta membantu warga mengamankan barang-barang berharga mereka.
“Kondisi terakhir di lapangan saat ini cuaca sudah membaik dan masih dalam penanganan intensif oleh tim BPBD setempat. Terkait jumlah pengungsi dan total warga yang terdampak, petugas kami masih terus melakukan pendataan valid di lokasi,” tambah Haslinda.(TH05)













