Aceh Tengah. RU – Asap tipis masih terlihat di sejumlah titik bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kampung Simpang 4 Rejewali, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, pada Selasa (02/06/2026)
Setelah api melalap sekitar satu hektare lahan milik warga tersebut pada Senin, 1 Juni 2026, sekitar pukul 17.35 WIB dan diduga dipicu aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Iwan Ilham Abadi, mengatakan api awalnya berasal dari kegiatan pembersihan lahan yang kemudian tidak terkendali.
“Dari aktifitas membakar lahan tersebut api akhirnya merembet secara luas ke lahan milik warga lainnya, karena panik pemilik lahan langsung menghubungi pihak damkar untuk meminta bantuan memadamkan api,” kata Iwan.
BPBD Aceh Tengah langsung mengerahkan satu unit armada pemadam kebakaran dari Pos Komando Kecamatan Ketol ke lokasi kejadian.
Proses pemadaman turut dibantu TNI, Polri, serta masyarakat sekitar.
Api berhasil dipadamkan menjelang waktu magrib, namun petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.
“Api berhasil dipadamkan menjelang Magrib. Saat waktu Magrib tiba, kami masih berada di lokasi untuk berupaya melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada sisa bara api yang menyala kembali,” jelas Iwan.
Ia menambahkan, lokasi kebakaran berada dekat area perkebunan tebu dalam skala luas sehingga berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar.
“Beruntung cepat ditangani. Karena kalau tidak, api sudah merembet ke lahan perkebunan tebu yang berdekatan dengan lokasi kebakaran, yang luasnya mencapai ratusan hektare,” ujarnya.
Tidak ada korban jiwa, korban terdampak, maupun warga yang mengungsi dalam peristiwa tersebut.
Namun, kondisi cuaca panas dan vegetasi kering sempat menyulitkan proses pemadaman di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran.
Imbauan tersebut disampaikan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi meningkatkan risiko karhutla di wilayah dataran tinggi Gayo.(*)













