Festival Musik Etnik Aceh Hadirkan Harmoni Lintas Generasi

Suasana pembukaan Gema Tanah Rencong, di Taman Seni dan Budaya Aceh, Banda Aceh. Minggu 24 Mei 2026. [Dok. Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Musik etnik Aceh kembali bergema melalui perhelatan “Gema Tanah Rencong: Harmoni Etnik Aceh (Tribute to Nyawoung)” yang berlangsung di Taman Seni dan Budaya Aceh, Banda Aceh, Minggu (24/05/2026).

Kegiatan yang digelar selama dua hari itu menjadi bentuk penghormatan terhadap perjalanan grup musik etnik legendaris Aceh, Nyawoung, sekaligus ruang pelestarian budaya bagi generasi muda.

Acara yang diselenggarakan Komunitas Endatu Kreatif tersebut dibuka dengan Festival Musik Etnik Aceh yang menampilkan 13 grup musik.

Setiap peserta membawakan salah satu dari 10 lagu Nyawoung dengan perpaduan instrumen tradisional dan sentuhan modern.

Ketua Komunitas Endatu Kreatif, Rizqi Mubarak, mengatakan komunitas yang berdiri sejak 2022 itu berkomitmen mendukung pelestarian seni dan budaya Aceh.

“Kami mengajak para musisi dan seniman Aceh untuk ikut serta dalam program ini. Kementerian Kebudayaan membuka peluang bagi perorangan maupun komunitas untuk mengelola dana kebudayaan melalui pengkaryaan, pertunjukan, dan pendokumentasian demi pelestarian serta pemajuan kebudayaan di daerah masing-masing,” ujar Rizqi.

Menurut dia, tema Tribute to Nyawoung dipilih karena grup tersebut menjadi inspirasi bagi banyak musisi etnik di Aceh.

“Kami kebetulan di komunitas ini tergabung dalam satu rasa yang sama, kita sama-sama berkiblat kepada Nyawoung dengan karya-karya terbaik mereka yang menginspirasi banyak musisis Aceh saat ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Aceh, Piet Rusdi, menilai festival tersebut menjadi ruang kolaborasi lintas generasi dalam memperkuat identitas budaya Aceh.

“Kolaborasi lintas generasi dalam festival ini menjadi ruang inspirasi, bagaimana musik tradisi dan modern bisa saling menguatkan identitas,” ujarnya.

Pada hari kedua, kegiatan akan dilanjutkan dengan seminar musik etnik kolaborasi serta pertunjukan puncak Tribute to Nyawoung yang menghadirkan sembilan musisi lintas generasi Aceh membawakan lagu-lagu populer grup tersebut.(R015)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...