BPBD: 647 KK Terdampak Banjir di Empat Kecamatan Aceh Tenggara

Tampak kantor BPBD Kabupaten Aceh Tenggara. Minggu 24 Mei 2026. [Dok. rahasiaumum.com/AFW016]

Kutacane. RU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara mencatat sebanyak 647 kepala keluarga (KK) atau 2.345 jiwa terdampak banjir yang melanda empat kecamatan di daerah itu pada Rabu 20 Mei 2026.

Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Aceh Tenggara sejak sore hingga malam hari.

Tingginya curah hujan menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam permukiman warga.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara Mohd Asbi melalui Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Dodi Sukmariga Tajmal, mengatakan luapan air berasal dari Sungai Lawe Bulan, Sungai Lawe Kisam, dan Sungai Lawe Kinga.

“Korban terdampak banjir sebanyak 647 KK atau 2.345 jiwa yang tersebar di 11 desa dalam empat kecamatan,” kata Dodi saat dikonfirmasi rahasiaumum.con, Minggu (24/05/2026).

Empat kecamatan terdampak yakni Kecamatan Bambel, Deleng Pokhisen, Lawe Bulan, dan Lawe Sumur.

Di Kecamatan Bambel, banjir merendam Desa Kuning I, Desa Pinding, dan Desa Kuta Buluh.

Sementara di Kecamatan Deleng Pokhisen, desa terdampak meliputi Desa Peseluk Pesimbe, Desa Lembah Alas, Desa Kati Jeroh, Desa Bunga Melur, dan Desa Terutung Mbelang.

Selanjutnya di Kecamatan Lawe Bulan, banjir terjadi di Desa Lawe Sagu Hulu dan Desa Kandang Mbelang Mandiri.

Adapun di Kecamatan Lawe Sumur, genangan air merendam Desa Kuta Lesung.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan ratusan rumah dipenuhi lumpur.

“Sebanyak 270 unit rumah warga terendam lumpur pascabanjir,” ujar Dodi.

BPBD Aceh Tenggara, kata dia, telah menurunkan dua unit alat berat excavator untuk melakukan penanganan di lokasi terdampak.

Penanganan dilakukan dengan normalisasi sungai dan perbaikan tanggul di Sungai Lawe Kisam, Desa Peseluk Pesimbe, Kecamatan Deleng Pokhisen, serta Sungai Lawe Kinga di Desa Kuta Lesung, Kecamatan Lawe Sumur.

Menurut Dodi, kondisi banjir saat ini mulai surut dan masyarakat telah kembali membersihkan rumah masing-masing.

“Kondisi air sudah surut. Masyarakat mulai membersihkan rumah dibantu Damkar BPBD, sementara PDAM Tirta Agara juga sudah menyalurkan air bersih ke lokasi terdampak,” katanya.

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Aceh Tenggara menyebabkan banjir merendam sejumlah desa di Kecamatan Deleng Pokhisen dan Bambel pada Rabu malam.

Seorang warga Deleng Pokhisen, Heri, mengatakan tanggul di Desa Peseluk Pesimbe jebol akibat derasnya arus sungai sehingga air meluap ke permukiman warga.

“Air sudah masuk ke permukiman warga dan sebagian warga mengungsi ke desa tetangga karena hujan belum berhenti,” kata Heri.(AFW016)

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...