Cakupan Imunisasi Aceh Baru 33 Persen, Wamenkes Minta Kolaborasi

Wamenkes Dante Saksono Harbuwono, kunjungi Puskesmas Lueng Bata, dalam rangkaian kegiatan Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing “Mengejar Anak Zero Dose” di Banda Aceh. Jumat 22 Mei 2026. [Dok. rahasiaumum.com/IA03]

Banda Aceh. RU – Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyoroti masih rendahnya cakupan imunisasi di Aceh saat melakukan Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing “Mengejar Anak Zero Dose” di Banda Aceh, Jumat (22/05/2026).

Dalam kegiatan itu, Dante menyebut cakupan imunisasi nasional saat ini baru mencapai 80,2 persen atau masih di bawah target 90 persen.

Sementara Aceh tercatat lebih rendah dengan capaian sekitar 33 persen.

“Ada 2,3 juta anak zero dose di Indonesia, dengan 61 ribu di antaranya berada di Aceh,” ujar Dante.

Menurut dia, zero dose merujuk pada anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali.

Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena meningkatkan risiko penyakit menular dan kejadian luar biasa (KLB).

“Ini bukan sekadar angka statistik di atas kertas, tetapi di balik zero dose tersebut ada nyawa anak-anak kita,” katanya.

Dante mengibaratkan imunisasi seperti filosofi Rumah Aceh yang memberi perlindungan bagi penghuninya.

“Sama seperti Rumah Aceh yang dibangun memberi perlindungan bagi penduduknya, imunisasi juga benteng bagi setiap anak untuk mendapatkan perlindungan yang kokoh terhadap penyakit,” ujarnya.

Ia menegaskan penanganan rendahnya imunisasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, tokoh agama, akademisi, hingga media massa.

“Media bukan sekadar menyampaikan informasi, tapi penggerak perilaku,” katanya.

Dante juga meminta seluruh pihak aktif melawan hoaks terkait vaksinasi dan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi demi melindungi generasi mendatang.

“Keberhasilan imunisasi bukan keberhasilan pemerintah, tetapi kemenangan kita memastikan setiap anak memiliki kesempatan tumbuh sehat dan cerdas,” ujarnya.(IA03)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...