7 Rumah dan 1 Sekolah di Aceh Barat Rusak Diterjang Angin Kencang

Gp Gleng
Kondisi rumah warga di Gampong Gleng, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat yang rusak akibat diterjang angin kencang. [Foto: Dok BPBD]

Meulaboh. RU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mencatat sebanyak tujuh unit rumah masyarakat dan satu unit sekolah mengalami rusak parah akibat angin kencang yang terjadi dalam dua hari terakhir.

“Angin kencang dan hujan lebat mengakibatkan sejumlah pohon tumbang hingga menimpa rumah warga dan tempat usaha di beberapa kecamatan,” kata Plt Kepala BPBDAceh Barat, Teuku Ronal dikutip Jumat (22/05/2026).

Berdasarkan data terbaru Pusdalops-PB BPBD Aceh Barat, kerusakan terjadi di rumah Sufriati, warga Desa Paya Lumpat Kecamatan Samatiga.

Kemudian rumah milik Syamaun Abdullah warga Desa Gleng Kecamatan Sungai Mas, serta bangunan tempat usaha milik Yulina warga Desa Kuala Bhee Kecamatan Woyla. Selain itu, rumah Usman Fauji warga Desa Pasi Birah Kecamatan Woyla juga rusak dengan kondisi atap rusak berat karena 35 lembar seng lepas.

 Selanjutmya rumah milik Tgk Zulkarna warga Desa Kajeung Kecamatan Sungai Mas, dengan kondisi pohon durian tumbang menimpa rumah, serta rumah milik Fauzan  warga Desa Sipot Kecamatan Sungai Mas.

Bencana alam ini juga menyebabkan bagian atap di SMP Negeri 5 Woyla, Kecamatan Woyla, juga mengalami kerusakan, dan saat ini belum mendapatkan penanganan fisik di lapangan.

BPBD Aceh Barat juga mencatat sebuah rumah milik Aisyah, warga Desa Kuta Padang, Kecamatan Bubon mengalami kerusakan cukup parah di bagian atap, yang disebabkan oleh terjangan angin puting beliung, dan hingga kini belum mendapatkan penanganan.

Petugas BPBD telah dikerahkan ke sejumah lokasi kejadian, guna melakukan pemantauan, pengakajian dan pendataan terhadap seluruh bangunan yang terdampak.

“Sejak menerima laporan, tim gabungan langsung bergerak melakukan penanganan respons cepat. Beberapa titik material pohon tumbang yang menimpa bangunan pun sudah dibersihkan secara bergotong royong,” ujarnya.(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...