Pemkab Pidie Jaya Perpanjang Masa Transisi Darurat Bencana

Rapat Evaluasi
Rapat evaluasi status penanganan bencana banjir Pidie Jaya, yang menghasilkan perpanjangan masa transisi menuju rehabilitasi dan rekontruksi. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Meureudu.RU – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya memperpanjang status Masa Transisi Darurat Bencana selama 90 hari, mulai 13 Mei hingga 10 Agustus 2026.

Perpanjangan dilakukan karena penanganan dampak banjir lumpur di sejumlah wilayah masih belum selesai.

Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan, mulai dari pembersihan sisa lumpur hingga bantuan rehabilitasi bagi masyarakat terdampak.

“Hal paling mendesak saat ini adalah normalisasi Sungai Krueng Meureudu dan perbaikan fasilitas PDAM karena keduanya merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat,” ujar Sibral dikutip Rabu (13/05/2026).

Selain itu, pemerintah juga akan melanjutkan perbaikan sawah dan tambak warga, relokasi hunian tetap korban terdampak, serta penyaluran bantuan sosial.

Saat ini, sejumlah pekerjaan yang sedang berjalan di antaranya pembersihan Krueng Meureudu di Gampong Dayah Husein, pemasangan penahan tebing di Gampong Seunong, serta perbaikan irigasi di Kecamatan Meurah Dua dan Meureudu.

Sementara, proses pembersihan lumpur pascabanjir bandang juga terkendala akibat luapan air yang berulang sehingga beberapa lokasi harus kembali dibersihkan.(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...