Warga Minta Pemerintah Perbaiki Tanggul Krueng Peuto yang Jebol

krueng peuto
Banjir di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, akibat meluapnya air Krueng Peuto, Minggu (10/05/2026) malam. [Foto: Dok Polsek]

Lhoksukon. RU – Warga Desa Kumbang LT, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, mendesak pemerintah segera memperbaiki tanggul Krueng Peuto yang jebol sejak dua tahun lalu.

Pasalnya, aliran sungai tersebut selalu meluap ke pemukiman penduduk setiap hujan deras melanda.

“Tanggul yang jebol akibat banjir dua tahun lalu hingga sekarang belum diperbaiki. Saat hujan deras, air sungai dengan mudah meluap ke pemukiman warga,” kata seorang warga, Senin (11/05/2026).

Kondisi terbaru, luapan sungai Krueng Peuto merendam permukiman penduduk sejak Minggu malam, 10 Mei 2026, dengan ketinggian air yang sebelumnya sempat mencapai 50 sentimeter.

Warga menyebutkan, selama tahun 2026, kawasan Kumbang LT sudah dua kali terendam banjir. Sebelumnya bahkan banjir merendam pemukiman tiga kali dalam setahun lantaran tanggul tidak kunjung diperbaiki.

Sementara itu, juru bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir, mengaku pihaknya telah mengusulkan normalisasi sejumlah sungai dan muara ke pemerintah pusat beberapa waktu lalu.

Namun, permintaan itu belum mendapat respons positif sehingga banjir kembali terjadi berulang kali di Aceh Utara.(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...