PGRI Abdya Gelar Konferensi, Bahas Arah Organisasi dan Kualitas SDM

Tampak Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Setdakab, Jufri SAg MM, saat membuka Konferensi Ke-23 PGRI Abdya, di Kantor Dinas Pendidikan setempat. Rabu 6 Mei 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/T018]

Blangpidie. RU – Konferensi Ke-23 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) resmi digelar di Kantor Dinas Pendidikan setempat, Rabu (06/05/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Jufri S.Ag., MM, yang hadir mewakili Bupati Abdya Safaruddin.

Dalam sambutannya, Jufri menyampaikan forum ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum memperkuat peran strategis PGRI dalam pembangunan pendidikan daerah.

“Di tangan para guru, anak-anak tidak hanya belajar membaca dan berhitung, tetapi juga nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta cinta tanah air,” ujarnya.

Ia menilai forum tersebut menjadi waktu penting untuk merumuskan arah organisasi ke depan sekaligus memilih kepengurusan baru.

PGRI diminta terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri profesi.

Menurutnya, sektor pendidikan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kemajuan teknologi, perubahan karakter peserta didik, hingga meningkatnya tuntutan kualitas sumber daya manusia.

“Namun, di balik tantangan tersebut, terdapat peluang besar. Jika teknologi dimanfaatkan secara bijak dan kolaborasi diperkuat, maka pendidikan di Abdya dapat melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” katanya.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana, penguatan kapasitas tenaga pendidik, serta dorongan inovasi pembelajaran.

“Pemerintah Abdya berharap PGRI terus menjadi mitra strategis, menjembatani kebijakan dengan implementasi di lapangan, serta menjadi wadah bagi guru untuk berkembang,” ungkapnya.

Di akhir sambutan, Jufri berharap konferensi menghasilkan gagasan konstruktif serta kepengurusan yang mampu mengayomi anggota dan menjaga solidaritas serta profesionalisme guru.(T018)

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...