Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Khalidin Umar Barat mencium bendera merah putih sebelum bertolak ke Mekkah untuk menjalankan tugasnya sebagai petugas Haji. Minggu 3 Mei 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/MB017]

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin Umar Barat kembali diumumkan sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M.

Di Kota Subulussalam, kabar itu tidak hanya dianggap sebagai capaian, melainkan pengulangan amanah yang datang dengan beban harap dan doa yang panjang.

Bagi Khalidin, penugasan ini bukan sekadar penempatan kerja.

Ia kembali dipercaya negara untuk melayani jemaah di Tanah Suci, kali ini di Daerah Kerja Makkah pada layanan akomodasi.

Peran yang menuntut ketelitian, kesabaran, dan ketulusan dalam setiap detail pelayanan.

Ini bukan kali pertama ia menapaki jalan tersebut. Pada musim haji 2024, ia telah lebih dulu bertugas di Madinah sebagai bagian dari Media Center Haji.

Di sana, ia menjadi penghubung informasi dari Tanah Suci ke tanah air, memastikan setiap kabar jemaah tersampaikan dengan akurat dan utuh.

Di balik layar, tugas itu sering kali tak terlihat, tetapi justru di situlah letak perannya: merangkai informasi, menjaga kepercayaan publik, dan menghadirkan ketenangan bagi keluarga jemaah di Indonesia.

Ia menjadi satu dari puluhan jurnalis terpilih di tengah ribuan pelamar yang bersaing ketat.

Seleksi PPIH bukan ruang yang mudah ditembus. Ribuan orang datang dengan harapan, sementara kuota sangat terbatas.

Pada 2024, sekitar 30.000 pelamar mengikuti seleksi, dan hanya sebagian kecil yang lolos. Di tengah ketatnya persaingan itu, nama Khalidin muncul dan kini kembali dipercaya untuk kedua kalinya.

Namun ia kerap mereduksi pencapaian itu menjadi hal yang lebih sederhana. Baginya, tugas utama adalah melayani.

“Tugas utama adalah melayani tamu Allah. Ibadah adalah bonus,” ujarnya dalam satu kesempatan.

Kalimat itu mencerminkan cara pandangnya terhadap amanah: bekerja bukan untuk dilihat, melainkan untuk dijalankan.

Di luar perannya sebagai petugas haji, Khalidin dikenal lama berkecimpung di dunia jurnalistik.

Lebih dari dua dekade ia bekerja di Harian Serambi Indonesia, bagian dari jaringan Tribun.

Sejak 2014, ia juga memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Subulussalam.

Ia turut menjabat Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Subulussalam serta Pemimpin Redaksi media daring Antaran.id. Pada 2022–2023, ia juga dipercaya sebagai Informan Ahli Dewan Pers Republik Indonesia.

Di balik deretan jabatan itu, ia tetap seorang ayah dari empat anak, suami, dan anak yang tak pernah lepas dari doa orang tua. “Ada doa orang tua, ada harapan keluarga,” menjadi pegangan yang ia simpan tanpa banyak suara.

Perjalanan kembali ke Tanah Suci juga berarti meninggalkan keluarga sementara waktu.

Ada rindu yang tertahan, namun juga kebanggaan yang tumbuh karena dipercaya mengemban tugas mulia.

Di sana, ia akan berhadapan dengan jemaah yang tersesat, yang sakit, hingga yang gelisah—semua menuntut kehadiran yang tidak hanya teknis, tetapi juga empatik.

Ia lahir di Tanah Tumbuh dan tumbuh dalam kesederhanaan yang membentuk cara pandangnya.

Pendidikan di Pondok Pesantren Darussaadah, Kota Fajar, Aceh Selatan, memperkuat nilai keikhlasan yang ia bawa hingga kini.

Saat ini, ia juga masih melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Waskita Dharma Malang.

Bagi Kota Subulussalam, sosoknya menjadi penanda bahwa ruang pengabdian bisa terbuka luas dari daerah.

Ia bahkan menjadi salah satu wartawan pertama dari kota itu yang menembus tugas pelayanan haji ke luar negeri.

Ia berharap, jejaknya dapat membuka jalan bagi lebih banyak jurnalis daerah untuk berani melangkah lebih jauh.

Kini, perjalanan itu kembali dimulai. Namun lebih dari sekadar keberangkatan, ini adalah perjalanan batin—tentang amanah, tentang pengabdian, dan tentang kesediaan menjadi bagian kecil dari jutaan langkah menuju rumah Allah.

Di tengah lautan manusia yang bergerak menuju satu tujuan, Khalidin membawa harapan yang sama seperti jutaan lainnya: agar setiap langkah berujung pada ridha-Nya, dan setiap perjalanan ditutup dengan haji yang mabrur.(MB017)

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...