Ramadhan, Berkah bagi Pedagang Takjil Sibreh

Ramadhan, Berkah bagi Pedagang Takjil Sibreh

Jantho. RU — Pedagang takjil sudah mulai merasakan denyut perekonomian sejak awal Ramadhan 1446 Hijriah. Hal itu terlihat dari tingginya antusias pembeli sehingga perputaran ekonomi mulai dirasakan, pedangan simpang Aneuk Galong, Kecamatan Sukamakmur, Senin (03/03/2025).

Rini (35), seorang pedagang aneka kue dan minuman takjil mengakui, disaat menjajakan jajanannya di simpang Aneuk Galong pada hari pertama dan kedua Ramadhan, dagangannya laris terjual.

“Alhamdulillah, sejak awal puasa laris, hampir habis terjual kue dan minuman,” katanya.

Ia berharap kondisi tersebut tetap bertahan bahkan bisa meningkat hingga penghujung ramadhan agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, jika pun ada kelebihan dapat menambah buat menyambut Idul Fitri.

“Ya moga aja terus dapat bertahan kondisi begini, laris terus, bisa berputar uangnya, karena ada kue titipan orang juga. Rezeki yang didapat buat kebutuhan sehari-hari, jika ada lebih buat lebaran juga,” imbuhnya.

Hal senada juga diutarakan Adi (27) penjual kelapa muda dan air tebu, yang hanya membuka lapak saat bulan puasa.

Ia mengaku menjadikan bulan Ramadhan sebagai salah satu momentum untuk menjual kelapa muda dan air tebu untuk menambah penghasilan. “Hanya bulan puasa saja buka, kelapa muda dan air tebu saja,” sebutnya.

Harga kelapa muda original dijual Rp 8.000 perbutir, jika ditambah manisan dijual 10.000 rupiah perbuahnya. Sementara air tebu 5.000 rupiah per gelas.

“Kepala muda kosong kita jual delapan ribu, jika tambah gula atau sirup sepuluh ribu perbuah. Sedangkan tebu rata-rata lima ribu pergelas,” tuturnya.

Tak hanya pedagang, para pembeli dari berbagai daerah yang melintas maupun penduduk setempat terlihat antusias membeli aneka jajanan untuk berbuka. Mereka mulai terlihat memadati titik-titik penjualan takjil sejak pukul 16.30 hingga menjelang saat berbuka.(*)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...