Tiga Kantor Dinas di Subulussalam Disegel Kontraktor

Kontraktor di Subulussalam segel kantor BPKAD. Selasa 21 April 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/MB017]

Subulussalam. RU – Puluhan kontraktor menyegel sejumlah kantor dinas teknis di Kota Subulussalam sebagai bentuk protes atas belum dibayarnya paket pekerjaan proyek tahun anggaran 2023 hingga 2024.

Aksi bermula dari rencana audiensi dengan kepala satuan kerja perangkat kota (SKPK). Namun, agenda tersebut berubah menjadi pemalangan pintu masuk setelah para pejabat terkait tidak berada di lokasi saat didatangi.

Instansi yang disegel meliputi Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Keuangan, serta Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan.

Massa memasang tulisan larangan beroperasi di pintu kantor hingga kewajiban pembayaran diselesaikan.

Sementara itu, Dinas Syariat Islam tidak ikut disegel meskipun masuk daftar sasaran. Lokasinya yang berada di kawasan Masjid Agung Kota Subulussalam membuat massa memilih menjaga kesucian tempat ibadah tersebut.

Salah satu kontraktor, Moris Limbong, menyatakan kekecewaan atas belum terpenuhinya hak rekanan meski berbagai upaya telah dilakukan.

“Kami datang ke kantor-kantor sekarang untuk meminta hak kami, sudah terlalu lama kami menunggu janji dari pemerintah tapi hingga kini tidak ada kejelasan,” kata Moris.

Ia menambahkan ketidakpastian pengembalian modal menjadi sumber keresahan, mengingat dana telah digunakan untuk pembangunan infrastruktur daerah.

Para kontraktor mendesak pemerintah tidak mengabaikan kewajiban yang tertunda hampir dua tahun anggaran.

Menanggapi aksi tersebut, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Subulussalam, Asrul Assani, menjelaskan kewajiban pembayaran proyek tahun 2023 telah dimasukkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026.

Namun, besaran angka masih dalam pembahasan pasca evaluasi kementerian.

Pemerintah daerah, lanjutnya, hanya mampu menyelesaikan utang secara bertahap karena keterbatasan fiskal akibat beban kewajiban masa lalu.

“Jika rekanan meminta pembayaran secara penuh, itu tidak memungkinkan sebab kondisi fiskal daerah saat ini cukup berat, di mana beban kewajiban telah menggerus hampir setengah dari APBK Tahun Anggaran 2026,” ujar Asrul Assani.

Informasi di lapangan menyebutkan total utang pemerintah kepada rekanan diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.(MB017)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...