Welcome Dinner Apeksi di Banda Aceh, Wali Kota Ajak Delegasi Nikmati Wisata Lokal

Tampak Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal bersamaa anggota APEKSI Komwil I pada jamuan makan malam, di Gedung Meuseuraya Banda Aceh. Senin 20 April 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/TA019]

Banda Aceh. RU – Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar jamuan makan malam penyambutan bagi delegasi Rakerkomwil I Apeksi di halaman Balee Meuseuraya Aceh, Minggu (19/04/2026) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri wali kota dan wakil wali kota bersama sekitar seratus anggota delegasi dari 24 kota, antara lain Medan, Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Sibolga, Bukittinggi, Solok, dan Tanjung Pinang.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan sambutan sekaligus ucapan selamat datang kepada seluruh tamu.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Banda Aceh, saya mengucapkan selamat datang,” ujarnya.

Ia menyebut penunjukan Banda Aceh sebagai tuan rumah menjadi kehormatan tersendiri.

“Merupakan kehormatan besar bagi kami dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan strategis ini,” katanya.

Menurut Illiza, forum Rakerkomwil I Apeksi menjadi wadah penting untuk menyinergikan program, menjawab tantangan perkotaan, serta merumuskan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

“Saya berharap, energi positif malam ini akan terbawa ke dalam diskusi esok hari, sehingga menghasilkan keputusan yang membawa dampak nyata, terutama dalam pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga mengajak delegasi menikmati pengalaman wisata di Banda Aceh yang mencakup sejarah, alam, religi, budaya, hingga kuliner.

“Kota Banda Aceh memiliki banyak destinasi wisata yang siap memanjakan para peserta sekalian,” katanya.

Lebih lanjut, Illiza menegaskan komitmen Banda Aceh sebagai kota kolaboratif yang terbuka bagi berbagai pihak.

Ia turut mengangkat nilai budaya lokal “Peumulia Jamee Adat Geutanyoe” yang berarti memuliakan tamu.

“Jadi Bapak dan Ibu semua tentu akan selalu diistimewakan ke mana pun bapak dan ibu berkunjung di sini,” ujarnya.

Selain menikmati kuliner khas Aceh, para delegasi disuguhkan pertunjukan seni berupa medley tarian dan lagu daerah dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta Riau, termasuk penampilan teaterikal.(TA019)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...