Takengon. RU – Prajurit TNI membangun jembatan perintis Garuda di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah yang kini memasuki tahapan III guna membuka keterisoliran atau akses transportasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah terpencil.
“Pembangunan ini bukan sekedar membuka jalan, tetapi upaya nyata TNI memperkuat konektivitas antarwilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga Desa Reje Payung dan Desa Jamat yang dihuni lebih dari 700 jiwa,” kata Dandim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmitadikutip Minggu (19/04/2026).
Dandim menjelaskan, pembangunan sudah diselesaikan pada pembersihan lokasi dan pemasangan tali poros jembatan. Kemudian penggalian lubang pondasi untuk abutment A1 dan B1 masuk tahap pengecoran lantai pondasi.
“Untuk penggalian pondasi abutmen A2 dan B2 saat ini sudah mencapai 85 persen. Hari ini personel di lapangan fokus pada pengikatan besi pondasi, dan rencananya besok akan dilanjutkan tahap pengecoran,” ujarnya.
Setelah pondasi rampung, tahap berikutnya difokuskan pada pengecoran abutment secara menyeluruh, pemasangan pylon, serta perakitan rangka jembatan.
”Jembatan perintis Garuda ini dirancang dengan panjang 110 meter dan lebar 1,2 meter. Dengan kapasitas tonase maksimal 1 ton, jembatan ini membentang di atas sungai selebar 90 meter yang memiliki karakteristik debit air fluktuatif,” katanya.(TH05)














