Banda Aceh. RU – Gubernur Aceh Muzakir Manaf menekankan penguatan transformasi digital, transparansi, dan akuntabilitas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Aceh Syariah Tahun Buku 2025 di Meuligoe Gubernur Aceh, Senin (13/04/2026).
Sebagai Pemegang Saham Pengendali, ia menyebut RUPS menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kinerja sekaligus merumuskan arah kebijakan.
Laporan pertanggungjawaban dinilai harus mencerminkan profesionalitas pengelolaan.
Menurutnya, bank daerah memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga kebijakan yang diambil perlu berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
RUPS juga membahas Rencana Bisnis 2026–2028, dengan penekanan pada strategi visioner di tengah percepatan digitalisasi, termasuk penguatan layanan berbasis teknologi serta perluasan pembiayaan sektor produktif, khususnya UMKM.
Pemerintah Aceh, kata dia, berharap bank terus tumbuh sehat, kuat, dan terpercaya melalui sinergi pemangku kepentingan serta penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang optimal.
Pengembangan layanan digital juga diminta ditingkatkan guna memudahkan nasabah dengan tetap menjaga keamanan data dan dana.
“Semoga RUPS ini menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan Bank Aceh Syariah dan pembangunan ekonomi Aceh,” ujar Muzakir Manaf.
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir, Direktur Utama Bank Aceh Syariah Fadhil Ilyas, serta dewan komisaris, direksi, dan para pemegang saham dari unsur kepala daerah se-Aceh.(R015)














