Lhokseumawe. RU – Pemerintah Kota Lhokseumawe merevitalisasi Waduk Pusong sebagai upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekaligus mengoptimalkan fungsi pengendalian air.
Program ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam mendorong gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) guna mewujudkan lingkungan bersih dan berkelanjutan.
Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, 2 Februari 2026, Presiden menekankan pentingnya penanganan sampah terpadu.
“Ini untuk rakyat kita, sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Pariwisata tak akan bertahan jika lingkungan kotor,” tegas Prabowo.
Revitalisasi dilakukan bertahap melalui pengangkatan sedimentasi, pembersihan area dari tumpukan sampah, serta penggantian pintu air. Pemko juga menurunkan excavator untuk mempercepat pekerjaan.
Kepala Dinas Kominfo Lhokseumawe Taruna Putra Satya menyebut langkah tersebut penting untuk menjaga fungsi waduk dan kualitas lingkungan.
“Revitalisasi Waduk Pusong ini mencakup pengangkatan sedimentasi dan penggantian pintu air agar fungsi pengendalian air optimal. Ini penting untuk mengurangi risiko banjir serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan tertata,” ujarnya, Kamis (09/04/2026).
Ia mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
“Upaya pemerintah harus didukung oleh kesadaran bersama. Mari kita jaga lingkungan kita mulai dari hal-hal sederhana, demi Lhokseumawe yang lebih bersih, indah, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Pemko menilai program ini tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga keberlanjutan infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.(*)














