Bireuen. RU – Kekecewaan terhadap penanganan pascabencana mendorong ribuan warga terdampak banjir di Kabupaten Bireuen turun ke jalan dan menggelar unjuk rasa di halaman Kantor Bupati, Cot Gapu, Senin (06/04/2026).
Massa yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Sipil bergerak dari Ruang Terbuka Hijau menuju pusat pemerintahan daerah.
Mereka menuntut kejelasan serta pemenuhan hak korban banjir dan longsor.
Empat bulan sejak bencana 26 November 2025, banyak warga mengaku belum menerima bantuan seperti Dana Tunggu Hunian (DTH), hunian tetap, maupun hunian sementara.
Mereka menilai pendataan tidak akurat dan respons pemerintah daerah berjalan lambat.
Dalam orasi, Shanti, warga Pante Pisang, Kecamatan Peusangan, mengaku belum memperoleh bantuan meski rumahnya hilang.
“Sudah empat bulan pasca banjir, tapi sampai hari ini kami belum mendapatkan apa-apa. Jangankan huntap, DTH saja tidak ada,” ujarnya.
Ia juga mempersoalkan status Tidak Memenuhi Kriteria (TMK) yang disematkan kepadanya.
“Rumah saya hilang, tidak ada DTH, huntara juga tidak dibangun. Tapi saya malah masuk daftar TMK,” katanya.
Demonstran mendesak transparansi, percepatan penyaluran bantuan, serta evaluasi data penerima.
Aksi berlangsung kondusif dengan pengawalan aparat. Bupati Mukhlis bersama Wakil Bupati Razuardi akhirnya menemui massa untuk berdialog.(TA019)














