Lhoksukon. RU – Jembatan Bailey di Gampong Lhok Cut, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, terancam ambruk setelah bagian abutment atau kepala jembatan mengalami kemiringan akibat derasnya arus Sungai Krueng Sawang.
Camat Sawang, Mazinuddin, mengatakan jembatan Bailey sepanjang sekitar 30 meter itu baru sepekan dimanfaatkan masyarakat setelah selesai dibangun.
Namun hujan deras di kawasan perbukitan Bener Meriah menyebabkan debit air sungai meningkat dan mengikis bagian penopang jembatan.
“Kejadiannya kemarin. Hujan deras di perbukitan Bener Meriah membuat debit air Krueng Sawang tinggi. Jembatan belum ambruk, tapi abutment-nya miring,” kata Mazinuddin, Kamis (12/03/2026).
Selain menyebabkan kemiringan pada abutment, derasnya arus sungai juga membuat jalan penghubung menuju jembatan ambles.
Saat ini, perbaikan sedang dilakukan agar akses tersebut bisa kembali digunakan masyarakat.
Sebelumnya, jembatan permanen di lokasi itu hanyut terbawa banjir besar yang melanda kawasan tersebut pada akhir tahun lalu.
Saat ini, jembatan Bailey itu masih bisa dilalui pejalan kaki dan sepeda motor, namun berisiko tinggi bagi kendaraan roda empat atau kendaraan bermuatan berat.
“Kalau sepeda motor dan pejalan kaki masih bisa. Tapi mobil sepertinya tidak dapat mengakses lagi karena abutment miring dan berisiko tinggi,” ujarnya.
Jembatan tersebut merupakan akses penghubung bagi warga Gampong Lhok Cut, Kubu, Blang Cut, dan Gunci menuju pusat Kecamatan Sawang. Jika jembatan ini putus, masyarakat terpaksa kembali menggunakan rakit untuk menyeberang sungai.
“Pada banjir besar akhir tahun lalu, ada 12 jembatan gantung di Kecamatan Sawang yang putus dan lenyap terbawa arus,” katanya.(TH05)














