Meulaboh. RU – Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran sebesar Rp90 miliar pada tahun ini, sebagai upaya menyelesaikan sejumlah tahapan pembangunan Rumah Sakit Regional Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat yang saat ini pembangunannya masih terus berjalan.
“Sesuai arahan dari pak gubernur, tahun ini kita diarahkan untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp90 miliar dari pengembalian dana transfer ke daerah, untuk pembangunan Rumah Sakit Regional Meulaboh,” kata Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir di Aceh Barat.
Ia mengatakan, pada tahun lalu, Pemerintah Aceh telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar guna mendukung pembangunan rumah sakit regional di daerah ini, termasuk menyelesaikan sejumlah perencanaan pembangunan.
Muhammad Nasir mengatakan, tujuan pihaknya melakukan peninjauan RS Regional Meulaboh adalah untuk mengetahui secara teknis kondisi gedung dan anggaran yang dibutuhkan untuk penyelesaian pembangunan rumah sakit tersebut.
Pemerintah Aceh saat ini juga sedang melakukan koordinasi dan penghitungan anggaran untuk kelanjutan pembangunan rumah sakit pada tahun 2026 ini agar nantinya dapat segera berfungsi.
“Terkait dengan tenaga kerja, nanti kita akan berkolaborasi antara Pemkab Aceh Barat dengan Pemerintah Aceh, juga dengan Aceh Jaya, Nagan Raya untuk kebutuhan operasional dan sumber daya manusia yang diperlukan,” katanya menambahkan.
Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan untuk tahun ini Pemerintah Aceh baru menganggarkan dana sebesar Rp1 miliar untuk perencanaan, dan nantinya dana tambahan akan dianggarkan kembali menunggu dana pengembalian TKD dari pemerintah pusat.
“Kita butuh untuk tahun ini Rp 90 miliar supaya bisa akhir tahun depan bisa kita lakukan soft launching, kita bisa gunakan IGD, ruangan poli, ruang administrasi, tuang rawat inap dan kemudian ada ruang operasi,” kata Tarmizi.
Jika nantinya sudah ada pengembalian dana otonomi khusus, maka baru akan bisa dilakukan pembangunan multiyears (tahun jamak) setelah itu baru bisa dilakukan serah terima rumah sakit menjadi milik Pemkab Aceh Barat.(TH05)














