Banda Aceh. RU – Sebanyak 19 individu Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Aceh dilaporkan mati dalam kurun waktu 2023 hingga 2025.
Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, menyampaikan bahwa dari total 19 kasus kematian, tiga di antaranya dipastikan akibat sengatan arus listrik yang dipasang di kebun warga.
“Kasus akibat listrik tercatat tiga individu. Dua terjadi di Aceh Tengah dan satu di Aceh Jaya,” kata Ujang dikutip Rabu (04/03/2026).
Ia menyebutkan, dua kasus sengatan listrik terjadi pada 2024 di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, tepatnya di Desa Karang Ampar.
Satu kasus lainnya terjadi pada 2025 di Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya, Desa Alue Jang.
“Ketiga kasus tersebut ditemukan di sekitar areal kebun yang berbatasan dengan habitat jelajah gajah,” ungkapnya.
Pada 2023 terdapat empat individu gajah mati, sedangkan di tahun 2024 terjadi sembilan kasus, sementara pada 2025 tercatat enam kasus.
“Selain akibat listrik, penyebab kematian lainnya meliputi dugaan keracunan sebanyak dua kasus, satu kasus racun disertai indikasi perburuan, serta satu kasus perburuan. Konflik langsung antara manusia dan gajah tercatat dalam dua kasus, ditambah satu kasus kematian akibat luka tusukan gading yang diduga terjadi karena perkelahian antar gajah jantan,” ujar Ujang.
Tiga kematian lainnya tercatat karena sakit, dan tiga kasus dikategorikan sebagai faktor alami.
Satu kasus terjadi akibat gajah terjebak dalam kubangan, sementara dua kasus lainnya masih dalam pendalaman untuk memastikan penyebab pasti.
Ujang menjelaskan, setiap laporan kematian gajah ditindaklanjuti dengan penurunan tim ke lapangan untuk melakukan evakuasi dan nekropsi guna memastikan penyebab kematian.
Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan proses hukum apabila ditemukan unsur pidana seperti penggunaan racun atau pemasangan listrik ilegal.(TH05)














