Polisi Periksa 30 Warga Terkait Pembakaran Lahan di Aceh Barat

Karhutla Suak Nie
Petugas saat melakukan pemadaman karhutla di Suak Nie, Aceh Barat. [Foto Dok : Polres Aceh Barat/rahasiaumum.com]

Meulaboh. RU – Penyidik Polres Aceh Barat hingga saat ini telah melakukan pemeriksaan terhadap 30 orang lebih terduga pelaku pembakaran lahan, yang menyebabkan terjadinya musibah kebakaran lahan sejak Januari lalu di sejumlah kecamatan di kabupaten setempat dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 100 hektare.

“Proses penegakan hukum sudah kami laksanakan, dan pelakunya diduga sudah ada,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan dikutip Sabtu (28/02/2026).

Meski sudah melakukan pemeriksaan kepada puluhan warga selaku pemilik lahan, namun pihak kepolisian di Aceh Barat masih mempertimbangkan sejumlah hal, mengingat penegakan hukum merupakan jalan terakhir dalam perkara ini.

“Kami masih menahan diri, untuk melakukan penegakan hukum dalam kasus ini. Kami yakin, banyak masyarakat tidak paham konsekuensi dari membakar lahan,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Polres Aceh Barat bersama pihak terkait saat ini terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar ke depan tidak lagi melakukan pembakaran lahan saat membersihkan lahan di areal kebun atau ladang masing-masing.

Selain membahayakan dapat terjadinya kebakaran hutan dan lahan, aksi membakar lahan juga dapat menyebabkan sanksi pidana bagi masyarakat, karena tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran hukum dan pelakunya bisa diproses hukum nantinya.

Ia yakin masyarakat yang selama ini membakar lahan, memiliki keterbatasan pengetahuan tentang hukum dan dampak membakar lahan, sehingga kepolisian memilih jalur persuasif untuk melakukan sosialisasi sebagai bentuk edukasi dan pencegahan kepada masyarakat.

Meski polisi masih menunda meningkatkan kasus ini ke tahap penegakan hukum, Kapolres meminta masyarakat untuk tidak memancing polisi melakukan penegakan hukum, dengan kembali melakukan aktivitas pembakaran lahan.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...