Banjir Susulan di Pidie Jaya Berangsur Surut

Banjir susulan di Pidie Jaya menerjang gampong Blang Awe, Gampong Seunong, Gampong Pante Beureune, Gampong Dayah Usien, Gampong Beringin, Sabtu (15/02/2026) malam. (Foto: BPBD Pidie Jaya)

Meureudu. RU – Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Aceh,  menyatakan banjir akibat meluapnya sungai Krueng Meureudu berangsur surut.

“Banjir luapan terjadi sejak Sabtu malam kini sudah berangsur surut,” kata Plh Kepala BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa, Senin (16/02/2026).

Ia menyebutkan banjir terjadi akibat meluapnya Krueng Meureudu menyusul hujan dengan intensitas tinggi di hulu sungai tersebut.

Sebelumnya, Krueng Meureudu pernah meluap ketika bencana hidrometeorologi melanda Kabupaten Pidie Jaya pada akhir November 2025.

“Selain itu, juga ada tanggul yang kembali jebol. Tanggul tersebut sebelumnya sempat ditutup setelah jebol pada bencana akhir November 2025. Kini, jebol lagi sehingga menyebabkan banjir,” katanya.

Sejumlah desa di daerah aliran sungai (DAS) Krueng Meureudu terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai satu setengah meter.

Kini, banjir berangsur surut dan menyisakan genangan beberapa centimeter di sejumlah wilayah.

Okta Handipa menyebutkan beberapa desa terdampak banjir luapan tersebut di antaranya Gampong Blang Awe, Gampong Seunong, Gampong Pante Beureune, Gampong Dayah Usien, Gampong Beringin, serta beberapa lainnya.

Desa atau gampong yang terkena banjir luapan tersebut sebelumnya juga wilayah terdampak bencana hidrometeorologi.

Banjir yang terjadi hanya luapan air, tidak membawa lumpur seperti banjir bandang pada akhir November 2025, katanya.

“Warga yang mengungsi akibat banjir luapan Krueng Meureudu, tidak ada. Sebab, sebagian warga di beberapa desa di sepanjang DAS Krueng Meureudu masih di pengungsian sejak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025,” kata Okta Handipa.(TH05)

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...