Huntara Belum Dibangun, 2.116 Warga Bener Meriah Masih Mengungsi

Pengungsi BM
Korban banjir dan longsor yang masih menempati lokasi pengungsian di Desa Tunyang, Kabupaten Bener Meriah. (Foto: ANTARA)

Redelong. RU – Sebanyak 2.116 jiwa pengungsi korban banjir dan longsor di Bener Meriah hingga saat ini belum mendapat hunian sementara (Huntara).

Sementara rencana pembangunan barak masih dalam proses dan baru akan dilakukan untuk 914 unit saja. 

“Untuk data Huntara 914, tetapi titik lokasi belum final lantaran permintaan dari warga agar pembangunan Huntara tidak terlalu jauh dari tempat tinggal lama dan lahan perkebunan. Jadi masih berproses,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi dikutip Senin (19/01/2026).

Di sisi lain, dia mengatakan pembangunan Huntara sedang berjalan di beberapa titik lokasi seperti di Kecamatan Mesidah, Kecamatan Syiah Utama dan Kecamatan Timang Gajah.

Dia memperkirakan keseluruhan pembangunan Huntara di Bener Meriah akan selesai sebelum Ramadan.

Berdasarkan data terkini pascabencana banjir bandang dan tanah longsor, rumah dengan kategori rusak berat sebanyak 831 unit, rusak sedang 186 unit dan rusak ringan 371 unit.(TH05)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...