BPJN Aceh: 68 Titik Jalan Longsor Sudah Ditangani

satker p2jn
Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satker P2JN) BPJN Fikri (kanan). (Foto: ANTARA)

Banda Aceh. RU – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh menyatakan sebanyak 68 titik dari 171 titik jalan longsor akibat bencana alam yang terjadi di Aceh pada akhir November 2025 sudah selesai ditangani.

Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satker P2JN) BPJN Fikri di Banda Aceh, mengatakan penanganan terus dilakukan agar konektivitas wilayah terdampak banjir dapat segera terakses.

“Saat ini, masih ada 103 titik longsor lagi yang masih ditangani. Titik longsor tersebut hampir semuanya berada di wilayah tengah meliputi Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Gayo Lues, dan Kabupaten Aceh Tenggara,” katanya dikutip Rabu (17/12/2025).

Menurut Fikri, penanganan akses ke wilayah tengah tersebut terus dipacu dari berbagai wilayah. Di antaranya dari Kabupaten Bireuen, Kabupaten Nagan Raya, serta Kabupaten Gayo Lues.

Untuk akses di Kabupaten Bireuen, ada 40 titik longsor dan delapan jembatan putus. Dari delapan jembatan tersebut, satu sudah terhubung, yakni Jembatan Teupin Mane.

Kemudian, di kawasan Beutong, Kabupaten Nagan Raya menuju Kabupaten Aceh Tengah, ada tiga titik longsor dan satu jembatan di Beutong Ateuh.

Saat ini, ada jembatan darurat di Beutong Ateuh, tetapi hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

“Untuk perbaikan Jembatan Beutong Ateuh, saat ini masih menunggu pengiriman jembatan bailey. Jika pemasangan jembatan bailey selesai, maka alat berat bisa dimobilisasi untuk penanganan titik longsor,” katanya.

Kemudian, penanganan titik longsor melalui jalur Geumpang di Kabupaten Pidie ke Pameu di Kabupaten Aceh Tengah sedang ditangani dari kedua sisi, sehingga penyelesaian dapat dipercepat.

“Penanganan titik longsor juga dilakukan dari Blangkejeren di Gayo Lues ke Takengon di Kabupaten Aceh Tengah, ada 40 titik longsor. Tim terus bekerja membuka jalur, sehingga kedua daerah tersebut kembali terakses,” katanya.

Sedangkan jembatan putus akibat bencana, sebanyak 19 jembatan. Dari 19 jembatan tersebut dua di antaranya sudah dapat dilalui, yakni Jembatan Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya dan Jembatan Teupin Mane di Kabupaten Bireuen.

“Untuk penanganan titik longsor dan jembatan putus terus, kami mengerahkan alat berat sebanyak 256 unit di antaranya 65 unit ekskavator serta 115 truk,” kata Fikri.(TH05)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...