Peusijuek dan Tulak Bala, Upacara Adat di Aceh yang Masih Disakralkan

Upacara Tulak Bala
Foto yang diambil tahun 1950-an saat prosesi Upacara Tulak Bala di Aceh Barat Daya (Abdya). Upacara tulak bala cukup sakral dalam kehidupan masyarakat adat Aceh, yang ditujukan untuk menghindarkan musibah (bala/bencana). ( Arsip: liputan6.com)

Banda Aceh. RU – Peusijuek adalah salah satu upacara adat Aceh yang sampai saat ini masih dilakukan oleh masyarakat Aceh.

Tradisi ini terlihat hampir sama dengan tradisi tepung-tawar yang berasal dari kebudayaan Melayu.

Upacara adat peusijuek umumnya dilaksanakan di hampir semua kegiatan adat dalam kehidupan penduduk Aceh.

Prosesi peusijuek masih dianggap sakral oleh masyarakat Aceh. Karena itu, pelaksanaannya dipimpin oleh seorang tokoh agama ataupun tokoh adat yang dituakan di dalam masyarakat.

Masyarakat Aceh mengadakan peusijuek sebagai ungkapan rasa syukur mereka untuk keselamatan serta kesuksesan dalam meraih sesuatu, bisa yang berhubungan dengan benda ataupun manusia.

Semua permohonan serta rasa syukur ditujukan pada Allah untuk nikmat yang sudah diberikanNya.

Upacara Tulak Bala

Sementara itu, dalam hidup juga pastinya ada musibah (bala) yang tentunya sebisa mungkin dihindari.

Tiap manusia memiliki cara yang berbeda ketika mencoba menghalau bala yang mungkin datang.

Masyarakat adat di Aceh memiliki cara unik untuk melakukan hal ini, yaitu dengan mengadakan upacara yang disebut tulak bala.

Upacara adat Aceh ini dilaksanakan berdasarkan pandangan bahwa bulan Shafar merupakan bulan panas juga banyak naasnya yang umumnya membawa bahaya.

Upacara ini sering dilakukan oleh penduduk Aceh bagian Barat-Selatan terutama masyarakat Aceh Barat Daya tiap satu tahun sekali.

Karena kesakralan dalam prosesinya, setiap upacara adat di Aceh selalu diisi dengan doa dan khanduri (makan bersama) sebagai simbol keakraban sosial dan kepatuhan menjalankan perintah Agama.(TH05)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...