Pemkab Aceh Tenggara Perbarui Data Banjir: 10 Warga Meninggal, Enam Masih Hilang

Avatar photo
Banjir di kabupaten Aceh Tenggara, akibat sungai Alas meluap serta memiliki debit air tinggi. Sabtu 29 November 2025. [Foto Dok : rahasiaumum.com/AFW016]

Kutacane. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara terus memperbarui data korban dan kerusakan akibat banjir yang melanda 16 kecamatan sejak 26 November 2025.

Hingga Jumat (28/11/2025) malam, Posko Komando BPBD mencatat 379 kepala keluarga (KK) dan 1.212 jiwa terdampak di tiga kecamatan, Babussalam, Lawe Sumur, dan Darul Hasanah.

Laporan terbaru menunjukkan 10 korban meninggal dunia telah teridentifikasi.

Di Kecamatan Ketambe, tiga warga ditemukan meninggal, yakni Insan Sufi (19), Samin Ariga (61), dan Hasnah.

Korban lainnya adalah Bustami atau Tgk Parjo dari Desa Lawe Hijo, Kecamatan Bambel, Suryanto (56), warga Gayo Lues, serta seorang santri asal Gayo Lues, Rahimin (25).

Selain itu, dua jenazah tanpa identitas (Mr. X) ditemukan dan kini disemayamkan di RSU H. Sahudin Kutacane.

Menjelang magrib, tim kembali menemukan dua korban lainnya di aliran Sungai Alas, kawasan Kecamatan Ketambe dan Lueser.

Sementara itu, enam warga masih belum ditemukan, masing-masing Fery (20), Jasmani (40), Abizar (4), Ahmad Ahdar (7), Arifin (40), dan Jasman (32). Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan terus melakukan pencarian di beberapa titik yang dianggap rawan.

Selain menelan korban jiwa, banjir turut merusak sejumlah infrastruktur.

Beberapa ruas jalan di Kecamatan Lawe Sigala-gala mengalami kerusakan berat, seperti jalur Mbarung–Kedataran, Kuta Tengah–Kedataran, serta Kebun Sere–Lapter.

Di Kecamatan Babussalam, kerusakan terjadi pada jalan perkebunan di Desa Kutarih dan ruas Pulonas–Pulolatong.

Sejumlah jembatan penghubung antar kecamatan juga terdampak, antara lain, jembatan Gantung Lawe Pinis (Darul Hasanah), Jembatan rangka baja Natam (Badar), Jembatan rangka baja Mbarung (Babussalam), Oprit jembatan Silayakh (Bambel), Jembatan rangka baja Pante Dona (Tanoh Alas), Oprit jembatan Salim Pipit (Babul Rahmah), Jembatan Gantung Lawe Pinis (Ketambe), dan embatan beton Desa Selamat Indah (Semadam).

Di sisi lain, 38 desa pada 9 kecamatan melaporkan jebolnya tanggul sungai.

Lokasi terdampak meliputi Ketambe, Badar, Babussalam, Bambel, Bukit Tusam, Semadam, Lawe Alas, Babul Makmur, hingga Babul Rahmah.

Kerugian sementara akibat kerusakan infrastruktur diperkirakan mencapai Rp81,5 miliar untuk jembatan dan Rp8,6 miliar untuk ruas jalan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai hasil pendataan lanjutan dari tim lapangan.

Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi banjir susulan masih ada, sementara perbaikan darurat terhadap tanggul dan jembatan terus dilakukan di berbagai titik.(AFW016)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...