DPD RI Kaji Ulang Penetapan Hutan Lindung Lampuuk

BAP DPD-RI Ahmad Syauqi Soeratno menyerahkan cendera mata kepada Asisten 1 Sekda Aceh Drs. Syakir MSi usai pertemuan Tindaklanjut Pengaduan Masyarakat, di Aula Lantai III Kantor Gubernur, Banda Aceh. Jumat 21 November 2025. [Foto Dok : MC Aceh Besar/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar meminta penanganan komprehensif terkait status lahan masyarakat Lampuuk yang diklaim sebagai kawasan hutan lindung.

Permintaan itu disampaikan Asisten I Setdakab Aceh Besar, Farhan AP, dalam Rapat Kerja Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI bersama Pemerintah Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Jumat (21/11/2025).

Pada forum yang dipimpin Ketua BAP DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno itu, Farhan menegaskan dukungan pemerintah kabupaten terhadap penyelesaian persoalan lahan yang telah lama dikeluhkan warga.

“Kami memahami tuntutan masyarakat Lampuuk, karena kawasan tersebut merupakan lahan yang telah turun-temurun dikelola untuk perkebunan sejak puluhan tahun lalu. Karena itu kita berharap ada mekanisme yang adil, terukur, dan berpihak pada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak ingin penduduk setempat dirugikan akibat kebijakan tata ruang yang tidak mencerminkan kondisi riil.

“Jangan sampai masyarakat yang telah puluhan tahun hidup di sana justru diperlakukan tidak adil. Pemerintah daerah siap mendampingi dan memfasilitasi proses pengusulan perubahan status kawasan jika memenuhi ketentuan,” kata Farhan.

Tokoh masyarakat Lampuuk, H. Muntaran Abdullah, berharap penetapan hutan lindung di wilayah itu dicabut agar warga memperoleh kepastian hukum.

“Kami hanya ingin kepastian. Kami tinggal di sana bukan merusak hutan, tetapi membangun kehidupan. Kami berharap negara hadir dan melindungi rakyatnya,” ucapnya.

Ahmad Syauqi menyampaikan bahwa BAP DPD RI akan menindaklanjuti laporan dengan menelaah data serta dokumen pendukung sebelum memberikan rekomendasi kepada pemerintah pusat.

Penyerahan cendera mata antara Ahmad Syauqi dan Asisten I Setda Aceh, Drs. Syakir MSi, menutup pertemuan tersebut.(*)

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...