Kualasimpang. RU – Pasca dilakukan audiensi Bupati Aceh Tamiang, Drs Armia Pahmi, MH ke Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, belum lama ini telah mendapatkan hal positif bagi Kabupaten Aceh Tamiang.
Hal itu dibuktikan dengan kedatangan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Heri Yugiantoro ke Aceh Tamiang pada Senin, 10 November 2025 kemarin.
Kunjungan Heri Yugiantoro tersebut terfokus pada sinkronisasi rencana pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan daerah.
“Pertemuan ini adalah bukti nyata komitmen Bapak Menteri PU untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah kami, khususnya penanganan ruas vital,” ujar Bupati Armia, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Selasa (11/11/2025).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas PUPR Aceh Tamiang ini merupakan respons langsung Kementerian PU untuk menindaklanjuti permohonan yang diajukan Bupati Armia di Jakarta yang salah satu prioritasnya adalah penanganan ruas vital seperti Jalan Tenggulun-Supep.
Dalam diskusi dimaksud, Kepala BPJN Aceh, Heri Yugiantoro, membahas secara mendalam kebutuhan teknis yang diusulkan oleh Pemkab Aceh Tamiang.
Tujuannya adalah memastikan bahwa rencana pembangunan di daerah dapat selaras dengan program dan kebijakan infrastruktur yang digulirkan oleh Pemerintah Pusat.
Poin paling krusial yang ditekankan dalam pertemuan ini adalah penggunaan skema Inpres Jalan Daerah (IJD).
Kepala BPJN Aceh menyarankan Bupati Armia untuk segera menyusun dan mengusulkan proposal IJD guna mempercepat pembangunan di daerah berjuluk Bumi Muda Sedia.
“Kami mendorong Pemkab Aceh Tamiang untuk memanfaatkan skema IJD. Ini adalah peluang emas untuk penanganan ruas-ruas jalan daerah yang alokasi anggarannya tidak tertampung dalam APBK,” jelas Heri Yugiantoro menegaskan.
Pemanfaatan IJD ini dinilai sangat strategis untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur yang krusial bagi konektivitas dan pergerakan ekonomi daerah, seperti yang menjadi inti pembicaraan Bupati Armia dengan Menteri PU sebelumnya.
Disebutkan Armia, pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah teknis yang konkret dan signifikan untuk mewujudkan konektivitas yang lebih baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Bumi Muda Sedia.(S011)














