Tujuh Pekerja Migran Asal Aceh Dipulangkan dari Malaysia

Pekerja Migran
Tujuh pekerja migran Indonesia dipulangkan dari Malaysia ke daerah asal di Provinsi Aceh, Kamis (06/11/2025). (Foto: Dok BP3MI)

Banda Aceh. RU – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh kembali memfasilitasi pemulangan tujuh Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia ke daerah asal di Provinsi Aceh.

Pemulangan tersebut difasilitasi oleh KBRI Kuala Lumpur dan diberangkatkan melalui maskapai Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 169 menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, pada Kamis 06 November 2025.

Kepala BP3MI Aceh, Siti Rolijah, mengatakan proses pemulangan berjalan lancar dan sesuai dengan prosedur pelindungan.

Setibanya di Aceh, para PMI langsung mendapatkan pendampingan dari Tim BP3MI Aceh, Tim KBRI Kuala Lumpur, dan Tim Pemulangan KemenP2MI.

“Sebagai bentuk perlindungan berkelanjutan, BP3MI Aceh menyiapkan bantuan transportasi serta berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan para pekerja tiba di rumah masing-masing dengan aman,” kata Siti, Jumat (07/11/2025).

Adapun tujuh pekerja yang dipulangkan masing-masing bernama Al Viana (Lhokseumawe), Abu Bakar bin M Yusuf (Aceh Timur), Andi (Aceh Besar), Yudani Akbar (Aceh Utara), Nurdin (Aceh Timur), Putra Suhaimi (Nagan Raya), dan Sugiyanto (Aceh Tamiang).(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...