Apkasindo Abdya Harap PT DPL dan PT CA Segera Realisasikan Kewajiban Lahan Plasma

Panen sawit
Ilustrasi - Harga TBS sawit di Singkil anjlok hingga Rp1.980/Kg. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Blangpidie. RU – Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Muazam berharap dua perusahaan perkebunan sawit yang memiliki lahan HGU ribuan hektare di Kecamatan Babahrot, yakni PT Dua Perkasa Lestari (DPL) dan PT Cemerlang Abadi (CA), segera merealisasikan kewajiban penyediaan lahan plasma bagi masyarakat sekitar.

“Di bawah kepemimpinan Bupati Safaruddin (Bupati Abdya), kami berharap kebun plasma untuk masyarakat miskin dan kurang mampu segera direalisasikan. Jangan sampai masyarakat yang punya tanah, tapi hasilnya dinikmati pengusaha,” ujarnya dikutip Rabu (15/10/2025).

Muazam menambahkan, kedua perusahaan perkebunan HGU tersebut sebenarnya sudah lama mengantongi nama-nama penerima lahan plasma.

Tetapi, hingga kini tak kunjung direalisasikan, dan membuat masyarakat kecewa.

“Jangan sampai masyarakat dijadikan kambing hitam seolah-olah plasma telah direalisasikan,” kata Muazam.

Sebagai informasi, kebun plasma itu merujuk pada pola kemitraan antara perusahaan perkebunan kelapa sawit (sebagai inti) dan petani kecil (sebagai plasma) yang diatur pemerintah.

Dalam skema ini, perusahaan inti berkewajiban menyediakan lahan, bibit, pendampingan teknis, dan akses pasar bagi petani plasma.

Sebagai imbalannya, petani plasma menyerahkan hasil panen TBS ke perusahaan sesuai perjanjian yang telah disepakati.

Akan tetapi di Abdya saat ini, pabrik tidak memberikan apapun kepada petani.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...