Deputi Gubernur Senior BI Ingatkan Tantangan Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi di Aceh

Destry Damayanti
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti (tengah) berfoto bersama usai melantik Agus Chusaini sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, di Banda Aceh, Rabu (24/09/2025). (Foto: ANTARA)

Banda Aceh. RU – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengingatkan bahwa pertumbuhan perekonomian Aceh masih menjadi tantangan yang harus dijawab bersama, sehingga bisa membaik seperti provinsi lainnya di sumatera.

“Tantangan di Aceh yang memang harus menjadi target maksimal, kita cari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru. Sehingga Aceh bisa tumbuh sama dengan provinsi lain,” kata Destry Damayanti, di Banda Aceh pada Rabu 23 September 2025.

Dirinya menyampaikan, saat ini perekonomian Aceh tumbuh 4,82 persen pada triwulan II 2025, sementara ekonomi sumatera 4,96 persen, dan nasional tumbuh 5,12 persen. Maka, ini menjadi pekerjaan rumah bersama.

Pernyataan itu disampaikan Destry Damayanti saat memberikan sambutan usai mengukuhkan Agus Chusaini sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, di Banda Aceh, Rabu 23 September 2025.

Dalam pengukuhan ini, juga dilakukan serah terima jabatan antara Agus Chusaini dengan kepala perwakilan sebelumnya yakni Rony Widijarto yang kini ditugaskan menjadi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau.

Destry mengingatkan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia yang baru harus mampu menjawab tantangan ekonomi di daerah masing-masing.

Apalagi, penempatan ke daerah ini juga sebagai upaya agar lebih mengenal dan siap menghadapi stakeholder beragam serta potensi ekonomi yang berbeda-beda di setiap wilayah.

“Ini adalah amanah, kami berharap dapat dijalankan secara baik, ikhlas dan penuh tanggung jawab, bukan hanya ke lembaga, tetapi kepada nusa dan bangsa, dan ini terus kami monitor,” ujarnya.

Selain pertumbuhan ekonomi, lanjut dia, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh yang baru juga harus menjawab tantangan inflasi, karena di Aceh mencapai 3,7 persen, masih berada diatas nasional 2,31 persen hingga Agustus 2025.

Maka, kondisi ini menjadi PR bersama bagaimana kemudian bisa mencari permasalahan utamanya. Apalagi, Bank Indonesia memiliki mandat stabilisasi untuk rupiah baik itu nilai tukar maupun inflasi.

“Tentunya, kita beri PR untuk Aceh bagaimana bersama-sama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menciptakan stabilitas di Aceh,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Destry juga menuturkan bahwa tantangan yang dihadapi sekarang tidak mudah, baik secara global, domestik maupun lokal. Dibutuhkan kolaborasi, sinergi secara optimal dengan semua pihak, karena Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri.

“Tantangan global cukup besar, domestik kita bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan pekerjaan, dan itu menjadi tantangan ekonomi Indonesia saat ini. Maka, kita butuh koordinasi bersama, Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri,” demikian Destry Damayanti.(TH05)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...