Aceh  

Pj Ketua TP PKK Safriati: Pocut Baren adalah Contoh Perempuan Pejuang Gigih

Pj Ketua TP PKK Safriati: Pocut Baren adalah Contoh Perempuan Pejuang Gigih

Aceh Barat. RU – Pocut Baren, seorang perempuan pejuang dari Aceh Barat, merupakan tauladan bagi wanita di masa kini. Hidup sebagai anak seorang Uleebalang, tak membuatnya nyaman duduk dalam kemewahan.

Hal tersebut disampaikan oleh Pj Ketua TP PKK Aceh Safriati, usai berziarah ke Makam Pahlawan Perempuan Aceh Pocut Baren, dalam rangka memperingati Hari Ibu tahun 2024, di Gampong Tungkop Kecamatan Sungai Mas, Senin (02/12/2024).

“Pocut Baren merupakan tauladan kita, hidup serba kecukupan sebagai anak seorang Uleebalang, tak membuatnya nyaman menikmati kemewahan. Darahnya mendidih saat negerinya dijajah, semangat perlawanannya bergolak melihat rakyatnya diperlakukan semena-mena oleh Belanda,” ujar Safriati.

“Tekadnya untuk berperang melawan Belanda semakin memuncak, meski sang suami gugur dalam pertempuran, namun Pocut Baren tak surut langkah. Dirinya terus berjuang melawan penjajah,” ucap Safriati.

Sebagaimana diketahui, sejak masa mudanya Pocut Baren turut berjuang bersama Cut Nyak Dhien. Pocut Baren tetap dan terus berjuang melawan penjajahan Belanda meski Cut Nyak Dhien sang panutan telah ditangkap Belanda dan suami tercinta gugur, semangat perlawanannya terus berkobar.

Pocut Baren sempat tertangkap dan diasingkan ke Kutaraja Banda Aceh. Kaki Pocut sempat tertembak dalam sebuah operasi penangkapan yang dilakukan penjajah. Karena tidak ditangani dengan baik, luka tembak tersebut membusuk dan harus diamputasi.

Setelah diamputasi, Pocuy Baren dipulangkan ke kampung halamannya di Tungkop. Pejuang Perempuan yang lahir tahun 1880 itu mangkat di kampung halamannya pada tahun 1893.

“Dengan ziarah hari ini, saya berharap kita semua para perempuan Indonesia, khususnya Aceh untuk mencontoh dan meneladani kegigihan perjuangan Pocut Baren untuk kita aplikasikan dalam keseharian kita,” kata Safriati.

Usai ziarah, Safriati dan rombongan kemudian bersilaturrahmi dengan Keuchiek Gampong Tungkop Muhammad Zein dan masyarakat setempat, sembari menikmati pulut kuah tuhe.

Pada kegiatan tersebut, Safriati turut didampingi oleh Pj Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Sukmawati, Pj Ketua TP PKK Aceh Barat serta sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh terkait lainnya.(*)

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...