Berita  

Pemkab Nagan Raya Larang Guru Tinggalkan Sekolah saat Jam Belajar

Guru di kelas
Ilustrasi – Guru mengajar di kelas. (Rahasiaumum.com/net)

Suka Makmue. RU – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menerbitkan surat edaran larangan bagi guru di daerah itu, agar tidak meninggalkan sekolah sebelum jam sekolah berakhir.

“Larangan ini kami terbitkan sebagai upaya untuk upaya meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan bagi anak didik,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli, Senin (15/09/2025).

Ada pun ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor : 400.1/1019, tentang larangan meninggalkan sekolah pada saat jam mengajar bagi tenaga pendidik dalam Kabupaten Nagan Raya.

Menurut Zulkifli, penerbitan surat edaran ini karena selama ini, terdapat kecenderungan sebagian guru meninggalkan sekolah pada saat jam pelajaran, sehingga hal ini merugikan anak didik di sekolah.

Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya menilai perlu adanya penegasan terkait kedisiplinan guru dalam melaksanakan tugasnya, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara tertib, dan anak didik mendapatkan pengajaran dan pendidikan sesuai bidang dan tingkatan masing-masing.

Zulkifli mengatakan larangan tersebut juga sebagai upaya pemerintah daerah, dalam menjamin kelancaran proses belajar mengajar di sekolah sekaligus memastikan anak didik mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan ketentuan dan ketetapan dari pemerintah.

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh juga meminta kepada setiap tenaga pendidikan, agar dapat melaksanakan tugas sesuai tugas pokok masing-masing, dan senantiasa masuk dan pulang sekolah sesuai dengan jam kerja yang telah ditentukan.

“Kami akan terus melakukan pemantauan terkait aktivitas guru di setiap sekolah, meski surat edaran ini telah kami kirimkan ke semua sekolah,” demikian Zulkifli.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...