Berita  

Haji Uma Minta Kapolda Beri Perhatian terhadap Kasus TPPO dan Perambahan Hutan

Haji Uma dan Kapolda
Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah saat menerima Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma dalam rangka membahas persoalan TPPO yang banyak memakan korban warga Aceh, pada Rabu (03/09/2025). (Foto: ANTARA)

Banda Aceh. RU – Anggota Komite I DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma meminta Kapolda Aceh Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah untuk memberikan perhatian terhadap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) hingga perambahan hutan yang marak terjadi di Aceh belakangan ini.

“Terkait TPPO dan perambahan hutan sudah saya sampaikan langsung agar mendapat perhatian serius dari Kapolda Aceh,” kata Sudirman Haji Uma, dikutip Sabtu (06/09/2025).

Pernyataan itu disampaikan Sudirman Haji Uma usai menggelar pertemuan silaturrahmi dengan Kapolda Aceh Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah sebagai mitra kerjanya, di Mapolda Aceh.

Haji Uma menyampaikan, pertemuan ini membahas berbagai isu dan masalah terkait perkembangan situasi di Aceh hari ini, khususnya menyangkut bidang keamanan dan penegakan hukum, terutama mengenai maraknya kasus TPPO dan perambahan hutan.

Ia mengungkapkan, kasus TPPO semakin marak dan melibatkan warga Aceh baik sebagai korban maupun jaringan pelaku agen, khususnya di luar negeri seperti Myanmar, Laos dan Kamboja.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan aparat penegak hukum sangat diperlukan untuk menekan praktik perdagangan orang yang menjadikan warga Aceh sebagai korban.

Selain itu, juga disampaikan mengenai banyaknya laporan masyarakat terkait aktivitas perambahan hutan di sejumlah daerah di Aceh yang perlu mendapatkan perhatian serius, mengingat dampaknya tidak hanya pada kerusakan lingkungan, tetapi juga berimplikasi pada bencana alam dan berkurangnya ruang hidup.

“Kita semua berharap adanya langkah penegakan hukum yang tegas sekaligus upaya pencegahan yang terukur,” ujar Haji Uma.

Dalam kesempatan ini, dirinya juga menaruh harapan besar kepada Kapolda Aceh selaku putra asli Aceh untuk memperbaiki kinerja kepolisian kedepannya. “Terutama, dalam penegakan hukum dan keamanan yang mengedepankan nilai kearifan lokal, adat dan budaya serta syariah islam yang berlaku di Aceh,” demikian kata Haji Uma.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...