Kelompok Tenun Lamgugop Terima Bantuan, Ketua Dekranasda Banda Aceh Apresiasi BI

Avatar photo
Kelompok Tenun Lamgugop Terima Bantuan, Ketua Dekranasda Banda Aceh Apresiasi BI

Banda Aceh. RU – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh kembali menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan sektor UMKM di Aceh dengan menyerahkan bantuan kepada Kelompok Usaha Bersama Tenun Songket Pusaka Maja Lamgugop.

Bantuan paket alat dan mesin tenun diserahkan secara pada acara pagelaran busana Meusaraya Festival yang berlangsung di Ballroom BSI Landmark, Jl Daud Beureueh, Banda Aceh, pada Jumat (18/10/2024).

Penyerahan bantuan berupa lima unit Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), satu unit Alat Mehani, tiga unit alat gulung benang, satu rak kelos sisir, satu unit alat pemindangan motif, serta satu unit alat pemencar benang ini bernilai total Rp 119 juta diserahkan Kepala BI Perwakilan Aceh, Rony Widijarto kepada sejumlah penerima.

Penyerahan bantuan ini disaksikan langsung oleh Penjabat (Pj) Ketua Dekranasda Aceh, Safriati bersama bersama Pj Ketua Dekranasda Kota Banda Aceh, Yekki Yasmin.

Pembina Kelompok Tenun Songket Pusaka Maja Lamgugop, Jamilah menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan ini menjadi motivasi tambahan bagi kelompoknya untuk terus berkarya menghasilkan produk-produk berkualitas, dengan tetap mengangkat motif-motif khas Aceh yang menjadi ciri khas dari hasil tenunan mereka.

Kelompok usaha yang terdiri dari 10 anggota itu bertekad akan memaksimalkan bantuan yang diberikan dalam meningkatkan kualitas produk mereka yang mulai dikenal di sejumlah daerah di Indonesia.

Pj Ketua Dekranasda Banda Aceh, Yekki Yasmin, menyampaikan apresiasinya kepada BI Perwakilan Aceh. Menurutnya, Bank Indonesia dan Dekranasda memiliki visi yang sama dalam mendorong para pelaku UMKM agar semakin berdaya saing.

“Kami sangat mengapresiasi langkah nyata BI dalam memberikan dukungan kepada para perajin lokal. Ini adalah bukti komitmen bersama dalam mendorong pelaku UMKM untuk terus berkembang. Kami dari Dekranasda juga berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada perajin agar mereka dapat berkarya dengan tetap mengedepankan identitas Aceh,” ujar Yekki.

Ia menekankan pentingnya sektor UMKM bagi pertumbuhan ekonomi, baik di Banda Aceh maupun Aceh secara umum.

“UMKM memegang peranan penting, karena tidak hanya melibatkan banyak pelaku usaha, tetapi juga menyerap banyak tenaga kerja. Oleh karena itu, dukungan seperti ini harus terus kita dorong untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.”

Acara ini menjadi momen penting dalam memperkuat kolaborasi antara berbagai pihak dalam memajukan UMKM Aceh, sekaligus memperkenalkan hasil-hasil karya lokal kepada publik yang lebih luas.(*)

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...